Kajian : HSI Edu
Sifat : Online - Intern - SI2-4.2H06. Judul
Sifat : Online - Intern - SI2-4.2H06. Judul
Pemateri : Ustad Abdullah Roy
Tanggal : Senin, 21 April 2025
[Lanjutan]
Kaum muslimin meyakini bahwasanya Allah SWT adalah pencipta, pemberi rezeki dan pengatur alam semesta adalah sebuah kewajiban yang tidak sah keimanan seseorang sampai dia meyakini yang demikian. Namun meyakini hal itu saja tidaklah cukup untuk memasukkan seseorang ke dalam Islam, dan belum bisa menjadi pembeda antara seorang muslim dan seorang yang kafir.
Allah SWT berfirman, "Allah berkata kepada iblis, "Apa yang mencegahmu untuk sujud kepada Adam AS ketika Aku memerintahkan kepadamu?" Iblis mengatakan, "Aku lebih baik daripada dia, Engkau telah menciptakan aku dari api dan menciptakan dia dari tanah." (QS. Al- Araaf [7] : 12)
Ayat ini menunjukkan bahwa iblis mengenal Allah SWT sebagai Dzat yang menciptakan dirinya. Orang-orang musyrikin Quraisy ketika mereka ditanya, "Siapa yang menciptakan? Siapa yang memberikan rezeki kepada mereka? Siapa yang mengatur alam semesta ini?" Mereka mengatakan, "Allah".
Allah SWT berfirman, "Dan seandainya engkau wahai Muhammad bertanya kepada mereka, siapa yang menciptakan langit dan juga bumi? Niscaya mereka mengatakan, "Allah." (QS. Az-Zumar [39] : 38)
Meskipun mereka meyakini hal yang demikian, akan tetapi Rasulullah SAW memerangi mereka. Kenapa demikian? Karena orang-orang musyrikin Quraisy tersebut tidak mentauhidkan Allah SWT, yaitu tidak mengesakan Allah SWT di dalam beribadah. Oleh karena itu setiap muslim perlu mengetahui apa itu ibadah dan macam-macamnya sehingga dia tidak menyerahkan satu ibadah pun kepada selain Allah SWT.
[Bersambung]