Kajian : Kajian Muslimah Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Sifat : Online/Offline - Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Pemateri : Ustazah Samirah
Tanggal : Sabtu, 16 Maret 2024
Dasar Hukum :
- QS. Al-Baqarah [2] : 183-185, artinya :
- [183] Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
- [184] (Yaitu) dalam beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaiutu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
- [185] (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di anatara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Allah mengkehendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungka Allah atas petunjukNya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
- Artinya : Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, diwajibkan kepada kalian ibadah puasa, dibukakan pintu-pintu syurga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta syetan-syetan dibelenggu. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya berarti ia benar-benar terhalang atau terjauhkan (dari kebaikan). (HR. Ahmad)
Syarat Wajib Puasa :
- Islam
- Mukallaf
- Tidak dalam kondisi yang mengharamkan untuk berpuasa (haid, nifas, gila)
Rukun Puasa :
- Niat
- Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa.
- Dari Amirul mukminin, Abu Hafsh 'Umar bin Khattab RA, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan RasulNya, maka hijrahnya untuk Allah dan RasulNya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju. (HR. Bukhari dan Muslim, Bukhari No.1 dan Muslim No.1907)
Keringanan :
- Sakit
- Haid
- Nifas
- Musafir
- Tidak mampu berpuasa (lansia, sakit menahun)
- (Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat, menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS. Al-Baqarah [2] : 184)
Qodho Dan Fidyah
- Qodho :
- Musafir
- Orang skit
- Haid/Nifas
- Fidyah :
- Lansia
- Sakit menahun dan tidak kunjung sembuh
Wanita Hamil Dan Menyusui :
- Khawatir terhadap dirinya
- Khawatir terhadap janin/bayi yang dikandung
Keutamaan Berpuasa
- Diampuni dosa
- Siapa yang puasa Ramadhan dengan iman dan ihtisab (mengharap balasan dari Allah SWT), telah diampuni dosanya yang telah lalu. Dan siapa yang bangun malam Qadar dengan iman dan ihtisab, telah diampuni dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari Muslim)
- Doa tidak tertolak
- Tiga orang yang tidak akan ditolak doanya : Imam yang adil, orang yang berpuasa hingga ia berbuka dan orang yang didzalimi. (HR. Ahmad)
- Dijauhkan dari syetan
- Apabila bulan Ramadhan datang, maka pintu-pintu syurga akan dibukakan dan pintu-pintu neraka akan ditutup serta syetan-syetan akan dibelenggu. (HR. Bukhari Muslim)
- Mendapatkan dua kebahagiaan
- Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. (HR, Muslim)
- Pintu syurga Ar-Rayyan
- Di dalam syurga ada sebuah pintu yang disebut pintu Ar-Rayyan. Yang masuk melalui pintu itu di hari kiamat hanyalah orang-orang yang berpuasa yang lainnya tidak masuk lewat pintu itu. Dan diserukan saat itu, "Manakah orang-orang yang berpuasa?" Maka mereka yang berpuasa bangun untuk memasukinya, sedangkan yang lain tidak. Bilamana mereka telah masuk, maka pintu itu ditutup dan tidak ada yang bisa memasukinya. (HR. Bukhari dan Muslim)
Adab Berpuasa
- Menyegerakan berbuka
- Sahur
- Mengakhirkan sahur
- Meninggalkan perkataan buruk (mencela, berdusta, berghibah, namimah)
- Berdoa saat berbuka puasa
- Memperbanyak shodaqoh
- Memberi makan bagi orang yang berbuka puasa
Sumber : PDF Kajian Muslimah Masjid Daarut Tauhiid, Kebayoran