Kajian : Kajian Syameela
Sifat : Online Mosfeed - Youtube Privat
Pemateri : Ustad Oemar Mita
Tanggal : Rabu, 29 Februari 2024
- Puncak dari setiap ilmu yang berhasil susah payah kita pelajari adalah bagaimana kita mendapatkan keberkahan dan kita terhindar dari musibah ilmu ketika ilmu itu tidak mengubah kita sedikitpun setelah kita mendapatkannya.
- Rasulullah selalu berlindung dari sifat-siat musibah yaitu salah satunya berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat.
- Doa berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat :
- Doanya : Allahumma innii a'udzubika min 'ilmin laa yanfa', wa min qalbin laa yakhsya', wa min nafsin laa tasyba', wa min da'watin laa yustajaabu lahaa.
- Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu, jiwa yang tidak pernah puas dan doa yang tidak terkabulkan. (HR. Muslim No.2722)
- Karena pada dasarnya alangkah meruginya kita kalau setiap ilmu yang kita peroleh dengan susah payah tidak berkah, tidak memberikan perubahan yang baik pada hidup kita. Jangan seperti orang Yahudi yang faham dan banyak petunjuk yang mereka ketahui namun tidak menjadikan mereka orang yang beriman.
XXIX. Surat Cinta Ke 29
QS. Al-Ahzab [33] : 32
Artinya :
Wahai istri-istri Nabi,kamu tidaklah seperti perempuan-perempuan yang lain jika kamu bertakwa. Maka, jaganlah kamu merendahkan suara (dengan lemah lembut yang dibuat-buat) sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik. (QS. Al-Ahzab [33] : 32)
- Karena Allah paling tahu kondisi wanita, Allah ingin memberikan kenyamanan kepada wanita. Wanita diberi proteksi sebuah aturan agar tidak melembutkan suaranya kepada laki-laki yang bukan suaminya, bapaknya, anak-anakya, saudara laki-lakinya, dan yang semahram dengannya. Laki-laki tidak semua dalam hati yang bersih sehingga dapat melakukan sesuatu yang tidak diinginkan hanya karena perkara suara wanita yang terlalu lembut. Menjaga suara sangatlah penting sehingga tidak membuat laki-laki salah berprasangka.
- Batasan-batasan suara seperti :
- Ketika sholat berjamaah adakalanya imam melakukan kesalahan. Jamaah laki-laki memngingatkan dengan suara sementara jamaah wanita dengan cara menepukkan sesuatu agar suara wanita tidak terdengar.
- Ketika wanita tawaf, wanita cukup dengan melambai kepada hajar aswad, tidak perlu bersuara. Wanita bertalbiah dengan suara yang direndahkan volumenya.
- Wanita tidak diperbolehkan mengumandangkan adzan di masjid.
- Imam Ibnu Katsir berkata, "Sesungguhnya sifat suara yang betul-betul diharamkan dari seorang wanita kepada laki-laki adalah satu suara yang sudah dalam konotasi tarhim". Tarhim itu biasanya suara manjanya seorang wanita kepada suaminya, suara ini tidak boleh sampai terdengar keluar rumah agar suara tersebut hanya diberikan/didengarkan kepada yang halal mendengarkannya.
- Ucapkanlah ucapan yang ma'ruf, ucapan yang ma'ruf itu ucapan yang singkat, sesuai kebutuhan, sesuai kondisi dan keadaan dan tidak lebih daripada itu, tidak ada unsur bercanda berlebihan, tidak ada unsur yang menjadi fitnah dan tidak mengarah ke sesuatu yang dibenci Allah. Itulah yang disebut dengan kriteria Qaulam Ma'rufa (perkataan yang ma'ruf antara laki-laki dan wanita).
30 Kisah Inspirasi
AYARIKHA UMMI MUSA
- Ayarikha hidup pada masa raja firaun, raja kejam yang memerintahkan setiap bayi laki-laki yang lahir dibunuh.
- Ayarikha merupakan wanita dari kaum Bani Israil yang rumahnya berada di pinggir sungai Nil.
- Ayarikha pada saat itu sedang mengandung, namun Allah membuat kandungannya tidak nampak sehingga prajurit-prajurit firaun tidak memasukkan nama Ayarikha ke dalam list wanita-wanita Bani Israil yang hamil. Oleh karena itu Ayarikha melahirkan dengan aman tanpa ditunggui algojo-algojo firaun.
- Ketika Ayarikha melahirkan anak laki-laki, ia ketakutan akan keselamatan putranya. Allah lalu membisikkan, "Susuilah bayimu, jika kamu khawatir tentang keselamatannya, maka jatuhkanlah ia ke sungai. Janganlah kau takut dan tak perlu bersedih hati, karena Kami akan mengembalikannya padamu dan menjadikannya seorang Rasul".
- Suatu hari prajurit firaun masuk ke rumah Ayarikha, Ayarikha segera menaruh anaknya di kotak dan membiarkannya mengambang di sungai Nil. Biasanya Ayarikha mengikat kotaknya dengan tali namun saat itu karena terburu-buru ia lupa. Ayarikha kehilangan anaknya yang terbawa di sungai Nil. Ia lalu meminta putrinya untuk mengikuti jejak kotak adiknya. Kotak itu melintasi istana firaun dan diketemukan oleh dayang-dayangnya. Dayang-dayang tersebut memberikan bayi ke permaisuri firaun yang bernama Asiyah binti Muzahim. Allah mejadikan bayi tersebut sebagai magnet cinta yang ketika orang melihatnya akan jatuh cinta secara alamiah. Asiyah bertekad untuk mengadopsinya/merawatnya. Ketika firaun melihat bayi laki-laki tersebut firaun lantas memerintahkan algojonya untuk mengeksekusinya, namun Asiyah segera membujuknya, firaun luluh lalu mengabulkan permohonan Asiyah.
- Asiyah lalu mencari ibu susu di lingkungan istana namun tidak ada yang cocok. Asiyah lalu memerintahkan mencari ibu susu di luar lingkungan istana. Putri Ayarikha mengetahui hal tersebut langsung memberi informasi bahwa ada yang bisa menyusui dan menjaganya, putrinya memberi alasan bahwa orang yang dia tawarkan senang melayani keluarga kerajaan. Setelah itu dibawalah Musa bayi untuk disusukan. Musa bayi langsung menyusu kepada Ayarikha. Asiyah ingin memboyong Ayarikha untuk tinggal di istana, namun Ayarikha beralasan bahwa ia juga harus melayani keluarganya di rumah, Ayarikha ingin mengasuh Musa bayi di rumah, lalu dikabulkan Asiyah. Musa bayi kembali ke pangkuan ibunyya tanpa ada darah yang mengalir.
- Kisah Ayarika mengajarkan kepada kita bahwa jalan takdir yang seringkali kita benci merupakan jalan takdir paling terbaik untuk kita. Skenario Allah jauh lebih indah dari skenario hambaNya.
- Syaikh Ayidh Al-Muthairi mengatakan, "Sungguh terkadang Allah mencegahmu untuk mendapatkan harapanmu karena Allah ingin memberikan apa yang melampaui harapanmu".
Frekuensi suara wanita pun dibahas oleh Allah,
karena Allah ingin memberikan yang terbaik, menjaga wanita.