Kajian : HSI Edu
Sifat : Online - Intern - PTI.H01. Judul
Pemateri : Ustad Abdullah Roy
Tanggal : Senin, 30 Desember 2024
Syaikh DR. Shalih bin Abdillah Ibnu Ahmad Al-Husaini hafidzahullah di dalam mukaddimah kitab beliau Khulasah Ta'dimil Ilmi bahwa, "Banyak sedikitnya ilmu seseorang adalah sesuai dengan pengagungan dia terhadap ilmu itu sendiri. Barang siapa yang hatinya penuh dengan pengagungan terhadap ilmu maka hati tersebut pantas menjadi tempat bagi ilmu tersebut. Sebaliknya barangsiapa yang berkurang pengagungannya terhadap ilmu maka akan semakin berkurang bagiannya."
Menurut Syaikh DR. Shalih bin Abdillah Ibnu Ahmad Al-Husaini hafidzahullah ada 20 perkara yang merupakan bentuk pengagungan terhadap ilmu, yakni:
- Membersihkan tempat ilmu, yaitu hati, apabila hati kita bersih maka ilmu akan berkenan masuk dan semakin bersih maka akan semakin mudah menerima ilmu tersebut. Hal yang mengotori hati sehingga ilmu sulit masuk adalah kotoran syahwat dan kotoran syubhat.
- Mengikhlaskan niat karena Allah di dalam menuntutnya, sesuai dengan keikhlasan seseorang, maka dia akan mendapatkan ilmu dan niat yang ikhlas di dalam mencari ilmu adalah apabila niatnya:
- Mengangkat kebodohan dari diri sendiri,
- Mengangkat kebodohan dari orang lain,
- Menghidupkan ilmu dan menjaganya supaya tidak punah,
- Mengamalkan ilmu.
- Mengumpulkan tekad untuk menuntutnya, meminta pertolongan kepada Allah dan tidak merasa lemah. Sesuai dengan hadist yang berbunyi, "Hendaknya engkau semangat melakukan apa yang bermanfaat bagi dirimu dan memohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah engkau merasa lemah." (HR. Muslim). Dahulu Imam Ahmad bin Hambal terkadang ingin keluar dari rumahnya untuk menghadiri majelis ilmu gurunya sebelum datang waktu subuh dan sebagian dari mereka membaca shahih Al-Bukhari kepada gurunya dalam 3 majelis (3 pertemuan), ini menunjukkan semangat para pendahulu kita di dalam menuntut ilmu.
- Memusatkan semangat untuk mempelajari Al-Quran dan Al-Hadist, karena inilah asal dari ilmu itu sendiri.
- [Bersambung]