Kajian : Syameela Series
Sifat : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri : Ustad Oemar Mita
Tanggal : Selasa, 8 Oktober 2024
(Lanjutan)
- Bagaimana seseorang mendapatkan jalan pintasnya ketika seorang wanita menuju kepada rahmatnya Allah yakni :
- Peganglah akidahmu dan janganlah mati kecuali dalam kondisi beriman kepada Allah.
- Wanita yang senantiasa ridha kepada setiap keputusan dan takdir yang berjalan pada kehidupannya.
- Wanita yang senantiasa bertaubat kepada Allah.
- Dalam QS. At-Tahrim [66] : 5, artinya : Jika dia (nabi) menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya istri-istri yang lebih baik daripada kamu, yang berserah diri, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang beribadah, dan yang berpuasa, baik yang janda maupun yang perawan. Yang Allah maksudkan di dalam ayat tersebut salah satunya kriteria mereka itu adalah wanita yang merasa kurang, wanita yang mereka tahu dosanya banyak, wanita yang menyadari kemaksiatannya begitu banyak, dan wanita yang tahu bahwa dia memiliki banyakh khilaf di dalam perjalanan hidupnya sampai menjadikan dia ketika merasa itu dirasakan di dalam hatinya dia bertaubat kepada Allah.
- Ada sebuah hadist diriwayatkan oleh Imam Muslim. Ada seorang wanita datang dari bani Juhainah, wanita ini dalam kondisi mengandung datang kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah sesungguhnya aku telah melakukan dosa yang sangat besar." Dan Rasulullah paham dosanya berzina karena dia datang dalam keadaan hamil. Pada saat itu Rasulullah memanggil wali dari wanita tersebut, ketika datang Rasulullah berwasiat kepadanya, "Maka pulanglah kalian bersama dengan wanita ini, rawatlah dengan baik, jagalah kandungannya, nanti kalau dia sudah melahirkan maka bawalah wanita ini ke sini." Walinya pun menyetujui. Ketika sudah melahirkan datanglah lagi wanita tersebut untuk melaksanakan hukuman berzina yakni dirajam dan dilempari batu. Wanita tersebut pun meninggal lalu Rasulullah termasuk orang yang menshalatinya. Umar bin Khattab lalu bertanya, "Ya Rasulullah apakah kamu menshalati wanita ini padahal wanita ini adalah orang yang telah berzina." Kata Rasulullah, "Iya aku menshalatinya.Tahukah engkau wahai Umar, kalaulah wanita ini mampu diberikan izin untuk memberikan syafaat maka ada 70 penduduk Madinah yang mendapat syafaatnya karena besarnya ampunan yang Allah berikan kepada wanita ini ketika wanita ini telah menghibahkan nyawanya untuk menebus kesalahannya ketika dia berzina dan Allah terima taubatnya." (HR. Muslim). Kemuliaan wanita itu bukan karena ketika tidak melakukan kesalahan tapi ketika wanita ketika wanita menyadari bagaimana bodohnya dia ketika mengikuti perasaan dan ketidaktahuan dia, bagaimana sering rapuh terkena bisikan syetan yang akhirnya mereka banyak melakukan kesalahan dan dosa. Menyadari kesalahan sehingga bertaubat kepada Allah maka wanita yang bertaubat (sebelum kematiannya) itulah wanita yang mendapatkan rahmat seperti Juhainah. Allah memiliki sifat Ghafur dan Ghaffar. Ghafur itu sebanyak apapun dosamu maka Allah lebih besar ampunannya. Ghaffar itu Allah Maha Pengampun, sesering berapapun kamu mengulang-ngulang dosanya.
- Rasulullah pernah menyambut Mariyah Qibtiyah di rumahnya Hafsah lalu membuat Hafsah cemburu, lalu Rasulullah meminta maaf dan meminta Hafsah untuk tidak menceritakan kepada istri yang lainnya. Ternyata Hafsah khilaf dan menceritakannya kepada Aisyah. Perbuatan itupun diceritakan oleh Allah melalui malaikat Jibril kepada Rasulullah dan Rasulullah sangat kecewa kepada Hafsah sehingga hampir-hampir Rasulullah menceraikan Hafsah. Namun malaikat Jibril tahu bahwa Hafsah menyadari kesalahannya dan bertaubat, mengatakan kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah kembalilah kepada Hafsah, dia merupakan wanita yag banyak puasanya, wanita yang banyak-banyak sholat malamnya, dan sesungguhnya Hafsah itu merupakan istri mu kelak di syurga." Kenapa malaikat Jibril memberitahukan ke Rasulullah? Karena Hafsah menyadari kesalahannya dan bertaubat.
- Dalam QS. Al-Ahqaf [46] : 15, artinya : Kami wasiatkan kepada manusia agar berbuat baik kepada orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandung sampai menyapihnya itu selama tiga puluh bulan. Sehingga, apabila telah dewasa dan umurnya telah mencapai empat puluh tahun, dia (anak itu) berkata, "Wahai Tuhanku, berilah petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmatMu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku hingga kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepadaMu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim." Allah memberikan doa bagi manusia yang telah melewati usia 40 tahun. Sesungguhnya kualitas anak-anak kita tergantung bagaimana taubatnya orangtuanya. Jangan engkau melambatkan taubat karena tidak ada perkara yang disukai syetan kecuali perkara Taswif (Taswif adalah melambatkan taubat kita kepada Allah), bertaubatlah setiap harinya kepada Allah.
- Orang yang menyesal dengan dosa itu di dalam tafsir dijelaskan ada 2 yaitu :
- Ada yang menyesal di dunia lalu berbuah manis pada kehidupan di akhirat.
- Ada yang menyesal di akhirat dan berbuah penyelasan yang panjang dalam kehidupan di akhirat. Ibnu Umar berkata, "Sesungguhnya aku menangis karena takutku kepada Allah, karena teringat dosaku itu lebih aku cintai daripada aku infak dan sedekah 1000 dinar yang aku infakkan di jalan Allah."
- Ada 2 airmata yang tidak akan terkena jilatan api neraka :
- Airmata yang takut kepada Allah.
- Airmata yang dipakai berjaga-jaga untuk menjaga perbatasan wilayah kaum muslimin
- Kisah ibu Imam Bukhari yang mengalami kondisi bahwa Imam Bukhari bayi buta. Nama asli Imam Bukhari adalah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim. Sang ibu berdoa untuk anaknya, lalu dikembalikanlah pengelihatan Imam Bukhari oleh Allah.
- Wanita yang senantiasa menjaga prasangka baiknya dia kepada Allah.
- Dia tidak pernah bersuudzon kepada Allah, dia tidak berfikir buruk dan negative thinking kepada apa yang terjadi dalam kehidupan, dia betul-betul berkhusnudzon kepada Allah. Salah satu bentuk khusnudzonnya adalah dia tetap memiliki keyakinan bahwa walaupun dia banyak dosa dia tetap bisa mendapatkan rahmatnya Allah.
- Ada hadist yang disampaikan HR. Muslim, "Jangan sekali-kali kamu mati kecuali kamu berprasangka yang baik kepada Allah." Orang yang berprasangka baik kepada Allah masih layak untuk mendapatkan rahmatnya Allah untuk memasuki syurga.
- Ada satu riwayat shahih ketika Rasulullah menjenguk seorang pemuda yang dalam kondisi sakit berat, lalu Rasulullah bertanya, "Apa yang kamu rasakan wahai pemuda?" Maka pemuda itu mengatakan, "Ya Rasulullah yang aku rasakan adalah aku ini merasakan betapa banyaknya dosaku dan aku takut dengan azabnya Allah tetapi aku berharap dengan rahmatnya Allah." Rasulullah lalu berkata, "Kamu akan diamankan dari apa yang kamu takutkan dan kamu akan diberikan dari apa yang kamu harapkan." Itulah nilai sebuah prasangka baik kepada kita.
- Ibnu Umar mengatakan, "Siapapun yang berprasangka kepada Allah, maka sesungguhnya dia mati dalam kondisi husnul khotimah walaupun matinya di atas tempat tidur." Kita memang pendosa namun tidak boleh kehilangan sifat roja. Sifat roja adalah kita tidak boleh kehilangan sifat berprasangka dan terus berharap supaya kita mendapatkan ampunan di sisi Allah.
- Allah menyampaikan dalam hadist Qudsy, "Rahmatku itu mengalahkan murkaku." Berharap itu harus lebih besar dan lebih lapang daripada rasa takut, rasa takut itu terkadang diperlukan karena bisa menjadi rem supaya tidak melakukan dosa, namun sifat takut ini tidak boleh mengalahkan sifat roja.
- (Bersambung)