Kajian : Syameela Series
Sifat : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri : Ustad Oemar Mita
Tanggal : Sabtu, 5 Oktober 2024
- Taat itu memang melelahkan namun yang tidak taat kepada Allah lebih melelahkan, semoga dengan lelehan karena taat bisa mendekatkan diri kita kepada Allah.
- Ada seorang ulama yang bernama Fudhail bin Iyath ketika beliau bertemu dengan laki-laki tua dan sepuh yang sudah beruban dan berkeriput lalu mengatakan kepada laki-laki tua itu, "Berapa umurmu wahai lelaki sepuh lelaki tua?" Lalu laki-laki tua itu menjawab, "60 tahun." Fudhail bertanya kembali, "Sesungguhnya kamu telah berjalan selama 60 tahun dan perjalananmu sebentar lagi akan sampai, kamu akan berjumpa dan kamu akan bertemu dengan penciptamu." Bagi Fudhail bin Iyath umur manusia merupakan suatu perjalanan manusia ketika ia akan berjumpa dengan Allah dan itu merupakan suatu kepastian, mempersiapkan amal sholeh kita menjadi suatu kewajiban agar tidak menjadi hamba yang lalai.
- Ada 3 fakta pada amal yang tidak bisa kita pisahkan dari kehidupan ketika kita beramal :
- Waktu kita beramal di dunia sangatlah terbatas. Bahkan jika kita bandingkan dengan umat sebelum kita ketika mereka beramal jauh lebih panjang daripada waktu kita beramal. Contoh : Umurnya umat nabi Nuh lebih dari 1000 tahun, umur umat nabi Ibrahim di atas 100 tahun, sedangkan kita dijelaskan oleh Rasulullah sekitar 60 tahun. Allah memendekkan batas amal kita bukan karena tidak sayang sama kita tapi justru karena Allah sayang dengan kita, diberikan waktu beramal yang tidak terlalu panjang tetapi mendapat balasan yang sama.
- Kita mendapatkan futur (futur adalah berkurang semangatnya).
- Ketika kita dalam kondisi sakit sehingga kita tidak maksimal dalam beramal..
- Beramal terkadang itu bukan masalah waktu yang panjang tapi efektivitas yang kita miliki di dalam kita beramal. Terkadang ada orang yang keislamannya sebentar tapi sudah cukup mendapatkan rahmatnya Allah. Contoh : Sa'ad bin Mu'ad salah satu sahabat, masuk Islam umur 30 tahun, meninggal dunia umur 38 tahun. Hanya 8 tahun dia ber-Islam, namun kematiannya mengguncang Arsy-Nya.
- Beramal tidak sekedar beramal, kita harus faham bahwa setiap amal memiliki posisi yang berbeda-beda, maka kita perlu tahu untuk fokus amal yang disukai Allah yang memiliki bobot yang berat di sisi Allah sangat penting untuk kita prioritaskan lalu kita kerjakan karena umur kita tidak terlalu panjang lagi. Jalan pintas menghemat waktu dan energi kita.
- Jika kehidupan kita sempat jauh dari Allah, tidak perlu risau, fokus saja terhadap sisa kehidupan saat ini sampai ujung kehidupan kita, karena kita harus paham segala sesuatu tergantung penutupnya. "Seluruh amal itu tergantung penutupnya." Ini menjadi kabar gembira bagi kita yang kemarin-kemarin belum ideal hidupnya di hadapan Allah, maka belum terlambat, perbaiki saja sisa kehidupan kita, karena Allah melihat penutupnya. Kalaupun kita ada yang merasa taat maka jaga keikhlasan dan keistiqomahan kita supaya kita tetap menjaga ketaatan kita sampai hari penutup kita.
- Beberapa hal ternyata amalan itu tidaklah sama :
- Kita dapat melihat bahwa kedudukan surat-surat dalam Al-Quran itu sendiri tidaklah sama. Yang jumlah ayatnya banyak belum tentu keutamaannya lebih besar daripada surat dengan ayat yang sedikit (pendek), begitu pula sebaliknya. Maka begitu pula dengan jenis amalan.
- Ada salah satu doa dari Rasulullah yaitu doa memohon 3 cinta : Allahumma inni as'aluka hubbaka wa hubba man yuhibbuka wa hubba 'amalin yuqarribuni ila hubbika. Artinya : Ya Allah aku memohon cintaMu, memohon cinta orang yang mencintaiMu, memohon amalan yang paling Kau cintai yang mendekatkan aku kepada cintaMu. Rasulullah saja memohon petunjuk
- Imam Ibnu Qayyim mengatakan dan menjelaskan kepada kita, bahwa syetan jika menyesatkan manusia ada 6 tahapannya yaitu :
- Syirik.
- Bid'ah (perkara yang tidak sesuai dengan petunjuk Rasulullah).
- Dosa-dosa besar.
- Dosa-dosa kecil yang diremehkan.
- Menyibukkan manusia dengan amalan kecil.
- Disibukkan dengan perkara mubah namun berlebihan.
- Tambahan bagi wanita :
- Rasulullah menyampaikan kepada kita dalam sebuah riwayat dari Abu Sa'id Al-Kudri dalam HR. Muslim, "Sesungguhnya para wanita itu disebut oleh Rasulullah sebagai makhluk yang memiliki kekurangan dalam akal dan kekurangan di dalam agama." Kekurangan di dalam akal itu karena wanita dominan dengan perasaannya dan kurang di dalam agama karena wanita mendapatkan siklus bulanannya. Sehingga wanita harus mempunyai strategi
- Dalam satu riwayat Abdullah bin Abbas dalam HR. Bukhari, "Sesungguhnya aku melihat kepada neraka dan aku menjumpai kebanyakan penduduk neraka itu adalah kalangan wanita." Secara umum para wanita itu terancam api neraka.
- Kata Imam Ibnu Katsir, "Perempuan itu makhluk yang paling dominan perasaannya sehingga banyak sekali perkara-perkara yang tidak penting terkadang diurus para perempuan."