Jumat, 12 September 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (2 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 40 - Memperbanyak Al-Hasanah (Kebaikan) Dan Menghilangkan As-Sayyiah (Dosa)

Jumat, 12 September 2025

Seorang yang beriman kepada hari akhir dan beriman bahwasanya kelak akan dihisab maka hendaklah dia memohon rahmat dari Allah SWT, kemudian mengambil sebab dari supaya memiliki Al-Hasanah (kebaikan) sebanyak mungkin dan menghilangkan dosa sebisa mungkin.

Di antara caranya adalah:

1. Menjaga tauhid yang merupakan hasanah atau kebaikan yang paling besar. Dan merupakan pondasi bagi hasanah yang lain. Dan merupakan sebab diampuninya dosa seseorang.

2. Mencari amalan yang paling afdol. Yang apabila dilakukan maka dia akan mendapatkan hasanah yang banyak. Yang demikian karena kita sangat butuh dengan hasanah yang banyak, sementara waktu untuk mendapatkannya adalah sangat terbatas.  

Amalan yang paling afdol setelah rukun Islam dan kewajiban-kewajiban agama yang lain adalah 3 amalan, yaitu:

1. Menuntut ilmu agama
2. Jihad fiisabilillah
3. Dzikrullah yang dilakukan dengan khusyu di sebagian besar waktunya.

Amalan yang wajib lebih afdol dan lebih besar pahalanya daripada amalan yang sunnah. 

Amalan yang wajib 'ain yaitu yang wajib atas semuanya, lebih afdol daripada amalan yang wajib kifayah yang apabila dilakukan oleh sebagian maka gugur atas yang lain.

Kewajiban yang berkaitan dengan hak Allah SWT lebih afdol daripada kewajiban yang berkaitan dengan hak makhluk.

Amalan yang lebih afdol adalah amalan yang dilakukan dengan lebih ikhlas dan lebih mengikuti sunnah rasulullah SAW.

Amalan sedikit yang mudah dikerjakan tanpa memberatkan diri dan dilakukan secara terus menerus, lebih afdol daripada amalan yang banyak tapi terputus.

Rasulullah SAW bersabda, "Amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT adalah yang paling dilakukan terus menerus meskipun sedikit." (HR. Bukhari Muslim)

Terkadang sebuah amalan afdol bagi sebagian, namun belum tentu afdol bagi yang lain.

Amalan yang manfaatnya sampai kepada orang lain lebih afdol daripada amalan yang manfaatnya hanya untuk diri sendiri. 

Contohnya seperti:
- Sodaqah
- Dakwah fiisabilillah

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka dia akan mendapatkan pahala orang yang mengikutinya. Tidak dikurangi dari pahala mereka sedikitpun." (HR. Muslim)

Amalan yang dikerjakan di waktu yang mulia lebih afdol, seperti:

- Amalan yang dikerjakan di bulan Ramadhan
- Amalan yang dikerjakan pada 10 hari yang pertama di bulan Dzulhijjah.

Sebagian amalan lebih afdol dikerjakan di tempat mulia tertentu, seperti:

- Sholat di masjidil Haram
- Sholat di masjidil Nabawi
- Sholat di masjidil Aqsa

Di antara cara memperbanyak Al-Hasanah dan menghilangkan As-Sayyidah (dosa) adalah:

3. Memanfaatkan kenikmatan Allah SWT yang telah diberikan kepada kita semaksimal mungkin. Seperti kenikmatan ilmu agama, kesehatan, waktu luang, harta benda, anggota badan yang lengkap dan sehat, jabatan, kenikmatan teknologi, kecerdasan, kenikmatan berbicara, dan lain-lain.

Gunakan kenikmatan tersebut di jalan Allah SWT dengan niat yang benar, yaitu untuk mencari pahala dari Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, "Dua nikmat yang banyak manusia yang rugi di dalamnya, kesehatan dan waktu luang." (HR. Bukhari)

Di dalam hadist yang lain beliau SAW mengatakan, "Sesungguhnya orang-orang kaya, mereka adalah orang-orang yang sedikit hasanahnya pada hari kiamat, kecuali orang yang Allah berikan kekayaan kemudian bersodaqoh kepada yang ada di kanan kirinya, depan belakangnya dan beramal dengan kekayaan tersebut, amalan yang baik." (HR. Bukhari Muslim)

4. Dengan memperbaiki amalan supaya diterima di sisi Allah SWT.

Karena amalan bisa menjadi hasanah bagi seseorang bila diterima di sisi Allah SWT. Dan syarat diterimanya amal ada 2 yaitu:

- Ikhlas
- Sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW

5. Bertaubat dari dosa yang diiringi dengan iman dan amal sholeh. 

Karena barangsiapa yang melakukan yang demikian itu maka dosanya akan diganti dengan hasanah.

Allah SWT menyebutkan bahwasanya:

- Orang yang menyekutukan Allah SWT
- Membunuh jiwa tanpa hak
- Berzina

Maka mereka akan mendapatkan azab yang pedih di hari kiamat. Kecuali apabila:

- Bertaubat
- Beriman
- Mengerjakan amal sholeh

Maka Allah SWT akan mengganti dosa-dosa mereka menjadi sebuah kebaikan. (QS. Al-Furqan:68-70)

6. Memperbanyak istigfar setiap melakukan dosa atau kurang bersyukur atas nikmat, atau kurang dalam melakukan kewajiban atau lalai dalam mengingat Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, "Tuubaa bagi orang yang menemukan di dalam kitabnya istigfar yang banyak." (Shahih HR. Ibnu Majah)

Tuubaa ada yang mengatakan maknanya adalah syurga, ada juga yang mengatakan maknanya adalah nama pohon di syurga.

7. Tidak melakukan amalan yang mengurangi pahalanya. 

Rasulullah SAW bersabda, "Aku mengetahui ada sebagian umatku yang akan datang pada hari kiamat dengan membawa hasanah sebesar gunung-gunung thihamah. Maka Allah SWT menjadikan hasanah tersebut seperti debu yang berterbangan. Maka salah seorang sahabat bertanya kepada rasulullah SAW tentang sifat mereka. Maka Rasulullah SAW mengabarkan bahwasanya mereka adalah saudara-saudara kita, sholat malam sebagaimana kita sholat malam, akan tetapi mereka apabila dalam keadaan sendiri dengan sesuatu yang diharamkan, mereka pun melanggarnya." (Shahih HR. Ibnu Majah)

8. Bersabar atas ujian dan musibah.

Rasulullah SAW bersabda, "Senantiasa ujian menimpa seorang mukmin dan mukminah, di dalam dirinya, anaknya dan juga hartanya sampai dia bertemu Allah SWT dan dia tidak memikirkan dosa." (HR. Tirmidzi)

Di dalam hadist yang lain Rasulullah SAW mengatakan, "Ketika orang-orang yang terkena musibah di dunia mendapatkan pahala pada hari kiamat maka Ahlul afiah (orang-orang yang tidak banyak terkena musibah) akan berkeinginan seandainya kulit-kulit mereka digunting di dunia." (HR. Tirmidzi)

Yang demikian karena mereka melihat besarnya pahala orang-orang yang bersabar.

Sebagaimana firman Allah SWT, "Sesungguhnya akan disempurnakan pahala orang-orang yang bersabar tanpa batas." (QS. Az-Zumar:10)

9. Beramal sholeh secara umum berdasarkan dalil-dalil yang shahih seperti membaca Al-Quran, puasa dan lain-lain.

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Quran)  maka setiap huruf dia akan mendapatkan satu hasanah. Dan satu hasanah akan dilipatgandakan menjadi 10 hasanah." (HR. Tirmidzi)

Di dalam sebuah hadist disebutkan bahwasanya setiap amalan anak Adam AS, satu hasanah akan dilipatgandakan menjadi sepuluh hasanah sampai 700 kecuali puasa, karena sesungguhnya puasa adalah untuk Allah SWT dan Dialah yang akan membalasnya. (Shahih HR. Bukhari Muslim)

Mintalah senantiasa kepada Allah SWT pertolongam di dalam beramal, beramallah sebaik mungkin dan mohonlah kepada Allah SWT supaya diterima.

Dan ketahuilah bahwasanya amal kita hanyalah sebab dan bukan pengganti kenikmatan syurga dan keselamatan dari neraka.

Seandainya seseorang beramal semaksimal mungkin sebaik-baiknya selama hidupnya  niscaya tidak cukup untuk membalas kenikmatan Allah di dunia. Maka bagaimana dengan kenikmatan di akhirat? Rahmat atau kasih sayang dan anugrah Allah SWT lah yang lebih kita harapkan.

Rasulullah SAW bersabda, "Amalan seseorang tidaklah memasukkan dia ke dalam syurga. Para sahabat berkata, "Tidaklah juga engkau ya Rasulullah?" Beliau SAW menjawab, "Tidak juga saya, kecuali Allah SWT melimpahkan kepadaku anugrah dan rahmatNya." (HR. Bukhari Muslim)

Bersambung