Jumat, 19 September 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (2 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 45 - Penegakan Qishash (Hukuman Bagi Orang-Orang Yang Dzalim)

Jumat, 19 September 2025

Termasuk keadilan Allah SWT adalah menegakkan qishash di antara makhluk di hari kiamat.

Tidak ada makhluk yang didzalimi di dunia oleh yang lain kecuali akan Allah SWT kembalikan haknya di hari kiamat, bahkan di antara hewan.

Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh akan diberikan hak-hak ini kepada pemiliknya di hari kiamat sampai akan di-qishash seekor kambing yang bertanduk karena kedzaliman yang dia lakukan terhadap kambing yang tidak bertanduk." (HR. Muslim)

Akan didatangkan orang yang dzalim dan yang didzalimi sekecil apapun kedzaliman tersebut.

Baik kedzaliman berupa harta seperti: 
- Pencurian
- Perampokan
- Penipuan
- Hutang

Atau kedzaliman kehormatan seperti:
- Umpatan
- Ghibah yaitu membicarakan kejelekan orang lain, tuduhan palsu.

Atau kedzaliman fisik seperti:
- Pemukulan
- Pembunuhan, dan lain-lain

Penegakan keadilan saat itu adalah dengan hasanah dan sayyiah.

Orang yang dzalim akan diambil hasanahnya dan diberikan kepada orang yang didzalimi. Apabila orang yang dzalim tersebut tidak memiliki hasanah maka sayyiah orang yang didzalimi akan diberikan kepada orang yang dzalim tersebut. 

Orang yang bangkrut di hari tersebut adalah orang-orang yang terlalu banyak kedzalimannya di dunia.

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala solat, pahala puasa dan pahala zakat. Dia datang pada hari tersebut dan dahulu di dunia dia telah mencela si fulan, menuduh si fulan berzina, memakan harta si fulan, menumpahkan darah si fulan dan memukul si fulan. Maka hasanah atau pahala kebaikan otang tersebut akan diberikan kepada si fulan. Lalu si fulan sehingga apabila habis hasanah orang tersebut sebelum dia melunasi hak orang lain maka akan diambil dosa-dosa orang yang pernah dia dzalimi tersebut dan dipikulkan kepadanya, kemudian akhirnya dia dilemparkan ke dalam neraka." (HR. Muslim)

Oleh karena itu seorang muslim di dunia apabila berbuat dzalim maka hendaknya bersegera untuk minta maaf dan mengembalikan hak orang yang pernah dia dzalimi.

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang memiliki kedzaliman kepada orang lain baik berupa kehormatan atau sesuatu yang lain maka hendaklah dia meminta dihalalkan darinya pada hari ini. Sebelum datang hari yang di situ tidak ada lagi dinar maupun dirham." (HR. Bukhari)

Orang yang didzalimi di dunia boleh membalas dengan balasan yang setimpal. Akan tetapi tidak boleh dia membalas dengan berlebihan karena dengan demikian justru dia menjadi orang yang dzalim yang akan diambil kebaikannya. Dan apabila dia memaafkan maka Allah SWT akan memberikan pahala yang besar.

Allah SWT berfirman, "Dan balasan sebuah kejelekan adalah kejelekan yang setimpal. Dan barangsiapa yang memaafkan dan memperbaiki maka pahalanya atas Allah SWT. Sesungguhnya Allah SWT tidak mencintai orang-orang yang dzalim." (QS. Asy Syura:40)

Bersambung