Jumat, 03 Januari 2025

Silsilah Pengagungan Terhadap Ilmu - Bagian 5 End

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - PTI.H05. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Jumat, 3 Januari 2025

[Lanjutan]

Menurut Syaikh DR. Shalih bin Abdillah Ibnu Ahmad Al-Husaini hafidzahullah 20 perkara yang merupakan bentuk pengagungan terhadap ilmu, yakni:
  1. Membersihkan tempat ilmu, yaitu hati.
  2. Mengikhlaskan niat karena Allah di dalam menuntutnya.
  3. Mengumpulkan tekad untuk menuntutnya.
  4. Memusatkan semangat untuk mempelajari Al-Quran dan Al-Hadist.
  5. Menempuh jalan yang benar di dalam menuntut ilmu agama.
  6. Mendahulukan ilmu yang paling penting kemudian yang setelahnya dan setelahnya.
  7. Bersegera untuk mendapatkan ilmu dan memanfaatkan waktu muda.
  8. Pelan-pelan di dalam menuntut ilmu.
  9. Sabar dalam menuntut ilmu dan menyampaikan ilmu.
  10. Memperhatikan adab-adab ilmu. Ilmu yang bermanfaat didapatkan diantaranya dengan memperhatikan adab. 
  11. Menjaga ilmu dari apa yang menjelekkannya. 
  12. Memilih teman yang sholeh. 
  13. Berusaha keras di dalam menghapal ilmu, bermudzakarah (mengulang kembali bersama teman) dan bertanya. 
  14. Menghormati ahli ilmu. 
  15. Mengembalikan sebuah permasalahan kepada ahlinya. 
  16. Menghormati majelis ilmu dan kitab. 
  17. Membela ilmu dan menolongnya. Ilmu memiliki kehormatan yang mengharuskan penuntutnya dan ahlinya untuk membela dan menolongnya bila ada yang berusaha untuk merusaknya. Oleh karena itu para ulama membantah orang yang menyimpang bila jelas penyimpangannya dari syariat siapapun dia. Yang demikian untuk menjaga agama dan menasehati kaum muslimin. Mereka memboikot seorang mubtadi', yaitu orang yang membuat bid'ah dalam agama, tidak mengambil ilmu dari mereka kecuali dalam keadaan terpaksa dan lain-lain. Semuanya dilakukan untuk menjaga ilmu dan membelanya.
  18. Berhati-hati dalam bertanya kepada para ulama. Seorang penuntut ilmu hendaknya memperhatikan 4 perkara di dalam bertanya, yakni:
    1. Bertanya untuk belajar, bukan ingin mengeyel, karena orang yang niatnya tidak baik di dalam bertanya akan dijauhkan dari berkah ilmu itu sendiri.
    2. Bertanya tentang sesuatu yang bermanfaat.
    3. Melihat keadaan gurunya, tidak bertanya kepada sang guru apabila guru dalam keadaan tidak kondusif untuk menjawab pertayaan.
    4. Memperbaiki cara bertanya seperti menggunakan kata-kata yang baik, mendoakan untuk sang guru, sebelum bertanya menggunakan panggilan penghormatan, dan lain-lain
  19. Cinta yang sangat kepada ilmu. Tidak mungkin seseorang mencapai derajat ilmu kecuali apabila kelezatan ia yang paling besar ada di dalam ilmu dan kelezatan ilmu bisa didapatkan dengan 3 perkara, yakni:
    1. Mengeluarkan segenap tenaganya dan kesungguhannya untuk belajar.
    2. Kejujuran di dalam belajar.
    3. Keikhlasan niat.
  20. Menjaga waktu di dalam ilmu. Seorang penuntut ilmu tidak menyia-nyiakan waktunya sedikitpun, menggunakan waktu untuk beribadah dan mendahulukan yang afdhal di antara amalan-amalan. Sebagian salaf dahulu ada yang muridnya membaca kitab kepada beliau sedangkan beliau dalam keadaan makan, yang demikian adalah untuk menjaga waktunya jangan sampai tersia-sia dari menuntut ilmu.
[Selesai]