Kamis, 23 Januari 2025

Silsillah Ilmiyyah 1 : Halaqoh 14 - Berlebihan Terhadap Orang Shalih Pintu Kesyirikan

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI01.H14. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Kamis, 23 Januari 2025



Orang shaleh adalah orang yang baik karena mengikuti syariat Allah SWT baik di dalam hal akidah, ibadah, maupun muamalah, mereka memiliki derajat yang berbeda-beda di sisi Allah SWT. Sebagai seorang muslim kita diperintahkan untuk mencintai mereka, kita juga diperintahkan untuk mengikuti jejak mereka di dalam kebaikan. Berteman dan bermajelis dengan mereka adalah sebuah keberuntungan, membaca perjalanan hidup mereka bisa menambah keimanan dan meneguhkan hati, menghormati mereka adalah diperintahkan selama masih dalam batas-batas yang diizinkan agama, namun berlebih-lebihan terhadap orang sholeh seperti mendudukkan mereka di atas kedudukannya sebagai manusia atau menyifati mereka dengan sifat-sifat yang tidak pantas kecuali untuk Allah SWT maka ini hukumnya haram dan tidak diperbolehkan menurut agama karena hal ini dapat menjadi pintu kepada kesyirikan dan penyerahan sebagian ibadah kepada selain Allah SWT. 

Mencintai rasulullah SAW melebihi cinta kita kepada kedua orangtua, anak dan semua manusia adalah kewajiban agama sebagaimana disebutkan di dalam hadist yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, "Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai aku lebih dia cintai daripada orangtuanya, anaknya dan seluruh manusia." 

Namun beliau SAW melarang kita berlebih-lebihan terhadap beliau dengan mendudukan beliau di atas kedudukan beliau yang sebenarnya, namun beliau melarang kita berlebih-lebihan terhadap beliau yaitu dengan mendudukan beliau di atas kedudukan beliau yang sebenarnya sebagai seorang hamba Allah dan seorang rasulNya. Nabi SAW bersabda, "Janganlah kalian berlebih-lebihan terhadapku sebagaimana orang-orang nasrani berlebih-lebihan terhadap Isa bin Maryam, sesungguhnya aku adalah hambaNya maka katakanlah hamba Allah dan rasulNya." (HR. Bukhari)

Nabi SAW adalah seorang hamba maka tidak boleh disembah dan beliau adalah seorang rasul maka tidak boleh dicela dan diselisihi, maka apabila berlebih-lebihan terhadap sebaik-baik manusia saja yaitu rasulullah SAW tidak diperbolehkan maka bagaimana dengan yang lain. Di antara bentuk khulu yakni berlebih-lebihan terhadap orang-orang sholeh adalah meyakini bahwa mereka mengetahui ilmu ghaib, membangun di atas kuburan mereka, beribadah kepada Allah SWT di samping kuburan mereka, dan lain-lain, dan yang paling parah adalah menyerahkan sebagian ibadah kepada mereka.

Semoga Allah SWT melapangkan hati kita kepada kebenaran. Aamiin yra.

[Bersambung]