Kajian : HSI Edu
Sifat : Online - Intern - SI01.H13. Judul
Sifat : Online - Intern - SI01.H13. Judul
Pemateri : Ustad Abdullah Roy
Tanggal : Rabu, 22 Januari 2025
Syafa'at adalah meminta kebaikan bagi orang lain di dunia maupun di akhirat. Allah SWT dan rasulNya telah mengabarkan kepada kita tentang adanya syafa'at pada hari kiamat. Di antara bentuknya adalah bahwasanya Allah SWT mengampuni seorang muslim dengan perantara doa orang yang telah Allah SWT izinkan untuk memberikan syafa'at.
Syafa'at akhirat ini harus kita imani dan kita berusaha untuk meraihnya. Dan modal utama untuk mendapatkan syafa'at akhirat adalah bertauhid dan bersihnya seseorang dari kesyirikan. Rasulullah SAW bersabda ketika beliau mengabarkan tentang bahwasanya beliau memiliki syafa'at pada hari kiamat, beliau mengatakan, "Syafaat itu akan didapatkan insyaallah oleh setiap orang yang mati dari umatku yang tidak menyekutukan Allah sedikitpun." (HR. Muslim)
Merekalah orang-orang yang Allah SWT ridhai karena ketauhidan yang mereka miliki. Allah SWT berfirman, "Dan mereka (yaitu para nabi, para malaikat, dan juga yang lain) tidak memberikan syafa'at kecuali bagi orang-orang yang Allah ridhai." (QS. Al-Anbiya [21] : 28)
Syafa'at di akhirat ini berbeda dengan syafa'at di dunia. Karena seseorang pada hari kiamat tidak bisa memberi syafa'at bagi orang lain, kecuali setelah diizinkan oleh Allah SWT sampai meskipun dia seorang nabi atau malaikat sekalipun, sebagaimana firman Allah SWT, "Tidaklah ada yang memberikan syafa'at di sisi Allah SWT kecuali dengan izinNya." (QS. Al-Baqarah [2] : 255)
Oleh karena itu permintaan syafa'at hanya ditujukan kepada Allah SWT Dzat yang memilikinya. Seperti seseorang mengatakan dalam doanya, "Ya Allah, aku meminta syafa'at nabiMu." Ini adalah cara meminta syafa'at yang diperbolehkan.
Bukan dengan meminta langsung kepada nabi Muhammad SAW seperti mengatakan, "Ya rasulullah, berilah aku syafa'atmu." Atau dengan cara menyerahkan sebagaian ibadah kepada makhluk dengan maksud meraih syafa'atnya, cara seperti ini adalah cara yang dilakukan oleh orang-orang musyrikin di jaman dahulu.
Allah SWT berfirman, "Dan mereka menyembah kepada selain Allah sesuatu yang tidak memudharati mereka dan tidak pula memberikan manfaat dan mereka berkata, "Mereka adalah pemberi syafa'at bagi kami di sisi Allah. Katakanlah, apakah kalian akan mengabarkan kepada Allah sesuatu yang Allah tidak ketahui di langit maupun di bumi?" Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka sekutukan." (QS. Yunus [10] : 18)
[Bersambung]