Kajian : HSI Edu
Sifat : Online - Intern - SI01.H12. Judul
Sifat : Online - Intern - SI01.H12. Judul
Pemateri : Ustad Abdullah Roy
Tanggal : Selasa, 21 Januari 2025
Berdoa kepada Allah adalah seseorang menghadap Allah SWT dengan maksud supaya Allah mewujudkan keinginannya baik dengan meminta atau dengan merendahkan diri mengharap dan takut kepada Allah SWT. Berdoa dengan makna di atas adalah ibadah.
Berkata An Nu'man Ibnu Basyirin RA, "Aku mendengar Nabi SAW bersabda, "Doa adalah ibadah." Kemudian Beliau membaca ayat, "Dan Rabb kalian telah berkata, "Berdoalah kalian kepadaKu, niscaya Aku akan mengabulkan kalian. Sesungguhnya orang-orang yang sombong dari beribadah kepadaKu, mereka akan masuk ke dalam neraka jahanam dalam keadaan terhina." (QS. Ghafir [40] : 60)
(Hadist ini diriwayatkan oleh Abu Daud, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani rahimahullah)
Dan makna "beribadah kepadaKu" pada ayat ini adalah "Berdoa kepadaKu."
Apabila doa adalah ibadah yang merupakan hak Allah SWT semata, maka berdoa kepada selain Allah dengan merendahkan diri di hadapannya, mengharap dan juga takut kepadanya, sebagaimana ketika dia mengharap dan takut kepada Allah SWT adalah termasuk syirik besar.
Termasuk jenis doa adalah:
- Istighatsah, yaitu meminta dilepaskan dari kesusahan.
- Isti'adzah, yaitu meminta perlindungan.
- Isti'anah, yaitu meminta pertolongan.
Apabila di dalamnya ada perendahan diri, pengharapan dan takut maka ini adalah ibadah yang hanya boleh diserahkan kepada Allah SWT semata.
Namun perlu diketahui bahwasanya boleh seseorang ber-istighatsah, ber-isti'adzah dan ber-isti'anah kepada makhluk dengan 4 syarat berikut:
- Makhluk tersebut masih hidup.
- Dia berada di depan kita atau bisa mendengar ucapan kita.
- Dia mampu sebagai makhluk untuk melakukannya.
- Makhluk tersebut diyakini hanya sebagai sebab sehingga tidak boleh bertawakal kepada sebab tersebut, akan tetapi bertawakal kepada Allah SWT yang menciptakan sebab tersebut.
Orang yang ber-istighatsah, ber-isti'adzah dan ber-isti'anah kepada orang yang sudah mati atau kepada orang yang masih hidup akan tetapi tidak berada di depan kita, atau tidak mendengar ucapan kita, atau meminta kepada makhluk perkara yang tidak mungkin bisa melakukannya kecuali Allah SWT, maka ini termasuk syirik besar.
[Bersambung]