Senin, 25 Agustus 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (2 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 26 - Ditiupnyaa Sangkakala

Senin, 25 Agustus 2025

Rasulullah SAW pernah ditanya, "Apa itu sangkakala?" Maka beliau SAW mengatakan, "Tanduk yang ditiup." (Sahih HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Nasai)

Beberapa yang menunjukkan bahwa sangkakala akan ditiup 2 kali, diantaranya adalah firman Allah SWT, "Dan ditiuplah sangkakala maka matilah siapa yang ada di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki oleh Allah, kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu." (QS. Az-Zumar: 68)

Tiupan sangkakala pertama dengannya meninggal semua yang ada di langit dan di bumi kecuali yang Allah SWT kehendaki. Tiupan ini terjadi di haru Jumat sebagaimana dalam shahih HR. Muslim dan setiap hari Jumat hewan-hewan mereka senantiasa memasang telinga antara waktu subuh sampai terbit matahari karena takut bila ditiup sangkakala pada hari tersebut. (Shahih HR. Tirmidzi, Abu Daud, Nasai). 

Bila terdengar maka semua akan mencondongkan lehernya dan mengangkatnya. Dan yang pertama kali mendengar adalah seorang laki-laki yang sedang mperbaiki penampungan air untuk minum untanya maka dia pun mati dan matilah semua manusia. (HR. Muslim)

Waktu tersebut sangat singkat sehingga sesorang tidak akan sempat berwasiat dan tidak akan ada waktu kembali ke keluarganya. Mereka meninggal di tempatnya masing-masing. "Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar lalu mereka tidak kuasa membuat satu wasiatpun dan tidak pula dapat kembali kepada keluarganya." (QS. Yasin:49-50)

Di dalam shahih HR. Bukhari disebutkan bahwa ada sebagian yang sudah mengangkat makanan ke mulutnya namun tidak sempat memakannya karena sudah ditiup sangkakala. Meninggallah seluruh manusia dan kerajaaan hari itu adalah milik Allah SWT semata. Ketahuilah bahwa malaikat yang akan meniup sangkakala sekarang sudah menaruh sangkakala di mulutnya, mengerutkan dahi, memasang telinganya, menunggu sewaktu-waktu diperintah oleh Allah SWT (shahih HR. Tirmidzi). 

Rasulullah SAW ketika mengabarkan para sahabat dengan kabar ini. Beliau SAW selalu menyuruh para sahabat untuk mengatakan, "Hasbunallah wa ni'malwakil Alallahi tawakalna". Artinya, "Cukuplah Allah bagi kita dan Dia sebaik2nya wakil, hanya kepadaNya kita bertawakal."

Bersambung