Selasa, 14 Oktober 2025

Fiqih Manasik Umroh : Menjamak Sholat Lima Waktu Bagi Musafir

Selasa, 14 Oktober 2025

Menjamak solat sebenarnya tidak ada kaitannya dengan safar berbeda dengan qashar yang berkaitan dengan safar. Menjamak secara umum karena asalnya solat itu tepat pada waktunya, "Sesungguhnya solat itu diwajibkan atas orang-orang beriman pada waktu yang ditentukan." Tetapi ketika seseorang memiliki hajat misalnya dalam keadaan safar ada keadaan yang kalau kita lakukan pada waktunya akan membuat sebagian dari kita berat tetapi akan terasa ringan ketika kita menjamak kemudian bisa melanjutkan perjalanan supaya tidak berhenti lagi. Maka dalam keadaan tertentu kita membutuhkan untuk menjamak, maka ketika dalam perjalanan boleh kita selain untuk mengqashar solat boleh kita untuk menjamak solat.

Bagaimana caranya menjamak solat? Menjamak antara dzuhur dan ashar, maka kalau kita melakukan safar, dzuhur 2 rakaat, ashar 2 rakaat, namanya jamak qashar. Melakukannya kapan? Boleh melakukan di awal waktu (jamak takdim) dzuhur dan ashar dilakukan di waktu dzuhur. Boleh juga melakukan di akhir waktu (jamak takhir) dzuhur dan ashar dilakukan di waktu ashar. Atau contoh lain menjamak magrib dan isya kalau kita melakukan safar, magrib tetap 3 rakaat, isya 2 rakaat, masing-masing boleh dilakukan di awal waktu (jamak takdim) dan di akhir waktu (jamak takhir).

Mana yang lebih afdol melakukan jamak takdim atau jamak takhir? Yang lebih afdol yang memudahkan kita. 

Bagaimana seandainya kita tinggal beberapa hari? Maka sebaiknya yang lebih afdol kita tidak menjamak, kita kembali melakukan masing-masing solat pada waktunya secara sempurna.

Bersambung