Rabu, 22 Oktober 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (3 - Beriman Kepada Hari Akhir) : 53 - Perpisahan Antara Orang-Orang Beriman Dengan Orang-Orang Yang Munafik

Rabu, 22 Oktober 2025

Setelah bangkit dari sujud maka orang-orang yang beriman akan mengikuti Allah SWT. Dan akan dibentangkan As-Sirath (jembatan di atas neraka) sebagaimana di dalam hadist Abu Hurairah yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim.

Keadaan saat itu gelap gulita. Seorang yahudi pernah bertanya kepada rasulullah SAW, "Di manakah manusia di mana bumi dan langit diganti?" Beliau SAW mengatakan, "Di tempat yang gelap sebelum jembatan." (HR. Muslim)

Kemudian orang-orang yang beriman akan diberikan cahaya.

Di dalam hadist yang shahih yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani di dalam Al-Mu'jamul Kabir dari Abdullah Ibnu Mas'ud radiyallahuanhu bahwasanya rasulullah SAW bersabda, "Maka Allah memberikan kepada mereka cahaya sesuai dengan amalan mereka."

Ada di antara mereka yang diberi cahaya sebesar gunung yang besar yang berjalan di depannya. Dan ada yang diberi lebih kecil dari itu. Dan ada di antara mereka yang diberi cahaya sebesar pohon kurma di sebelah kanannya. Dan ada yang diberi lebih kecil dari itu. Sehingga ada orang yang diberi cahaya di jempol kakinya, kadang menyala dan kadang padam. Apabila menyala maka dia melangkahkan kakinya dan berjalan dan apabila padam dia berdiri.

Ini menunjukkan kepada kita tentang pentingnya mengamalkan ilmu bagi seorang muslim. Semakin banyak cahaya ilmu yang dia amalkan di dunia maka akan semakin banyak cahaya yang akan dia  dapatkan di hari kiamat.

Di dalam hadiat yang diriwayatkan oleh Imam Muslim disebutkan bahwasanya orang-orang munafik juga akan diberikan cahaya dan akan mengikuti Allah SWT. Namun cahaya mereka padam sebelum sampai jembatan.

Allah SWT menceritakannyadi dalam QS. Al-Hadid:12-15 yakni, "Pada hari ketika kamu melihat orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka. Dikatakan kepada mereka, "Pada hari ini ada berita gembira untuk kalian, yaitu syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai yang kalian akan kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar."

Pada hari ketika orang-orang munafik, laki-,laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman, "Tunggulah kami, supaya kami dapat mengambil sebagian cahaya dari kalian." Dikatakan kepada orang-orang munafik, "Kembalilah kalian ke belakang dan carilah sendiri cahaya untuk kalian." Lalu dibuatlah di antara orang-orang yang beriman dengan orang-orang munafik sebuah dinding yang memiliki pintu. Di sebelah dalamnya yaitu di sisi orang-orang yang beriman ada rahmat dan di sebelah luarnya yaitu sisi orang-orang munafik ada siksa. 

Orang-orang munafik memanggil orang-orang yang beriman seraya berkata, "Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kalian di dunia?" (Maksudnya bersama-sama dengan ornag-orang beriman secata zhahir). Orang-orang beriman menjawab, "Benar, akan tetapi kalian mencelakakan diri kalian sendiri yaitu dengan kenifakan kalian. Dan kalian dahulu menunggu-nunggu kehancuran kami, dan kalian ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong. Sehingga datanglah ketetapan Allah. Dan penipu yaitu syetan telah memperdaya kalian tentang Allah. Maka pada hari ini tidak akan diterima tebusan dari kalian maupun dari orang-orang kafir. Tempat kalian adalah neraka, itulah tempat berlindung kalian, dan itulah seburuk-buruknya tempat kembali."

Demikianlah orang-orang munafik kembali tertipu. Mereka mendapat cahaya di awal dan menyangka bahwasanya mereka akan selamat bersama dengan orang-orang yang beriman.

Namun ternyata prasangkaan mereka salah. Orang-orang yang beriman ketika melihat cahaya orang-orang munafik padam, mereka berdoa kepada Allah SWT, "Wahai Rabb kami sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa untuk melakukan segala sesuatu." (QS. At-Tahrim:8)

Di dalam hadist yang shahih yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi, rasulullah SAW bersabda, "Bahwasanya orang yang berjalan ke masjid di dalam kegelapan  malam, yaitu untuk melakukan solat berjamaah maka dia akan mendapatkan cahaya yang sempurna di hari kiamat." 

Di antara usaha seorang muslim untuk menghilangkan kenifakan adalah dengan menjaga solat lima waktu secara berjamaah.

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang solat karena Allah selama 40 hari secara berjamaah mendapatkan takbiratul ula (takbiratul ihram) maka dia akan terlepas dari dua perkara. Terlepas dari neraka dan terlepas dari kenifakan." (Hasan HR. Tirmidzi)

Bersambung