Selasa, 21 Oktober 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (3 - Beriman Kepada Hari Akhir) : 52 - Tinggalnya Orang-Orang Yang Beriman Dan Orang-Orang Yang Munafik

Selasa, 22 Oktober 2025

Di dalam hadist Abu Said Al-Khudri yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Muslim disebutkan bahwasanya setelah orang-orang kafir baik musyrikin maupun ahlul kitab digiring ke neraka maka tidak tersisa kecuali orang-orang yang menyembah Allah SWT yang shalih maupun yang fajir

Di katakan kepada mereka, "Apa yang menghalangi kalian untuk pergi, sedangkan manusia sudah pergi."

Dalam riwayat Muslim, "Apa yang kalian tunggu?" Mereka berkata, "Kami berbeda dengan mereka di dunia. Padahal kami dahulu butuh dengan mereka." 

Maksudnya mereka dulu bertauhid tidak menyembah apa yang disembah oleh orang-orang kafir meskipun mereka membutuhkan orang-orang kafir tersebut dalam beberapa hal.

Mereka berkata, "Sungguh kami telah mendengar penyeru menyeru supaya setiap kaum mengikuti apa yang dia sembah. Dan kami sekarang sedang menunggu Rabb kami."

Maka datanglah Allah SWT di dalam bentuk yang berbeda dengan bentuk yang mereka lihat pertama kali.

Ini menunjukkan bahwasanya orang-orang yang beriman akan melihat Allah SWT di padang mahsyar.

Kemudian rasulullah SAW bersabda, "Maka Allah berkata, "Aku adalah Rabb kalian." Mereka berkata, "Kami berlindung kepada Allah darimu. Kami tidak menyekutukan Allah sedikitpun." Mereka mengatakan perkataan ini dua atau tiga kali.

Maksudnya Allah SWT akan menguji mereka dengan memperlihatkan diriNya kepada mereka dalam bentuk yang lain. Ketika mereka melihat Allah SWT dalam bentuk yang lain maka mereka berlindung kepada Allah SWT supaya tidak terfitnah di dalam ujian ini.

Dan ucapan mereka, "Kami tidak menyekutukan Allah sedikitpun." Menunjukkan tentang keutamaan tauhiid. 

Beliau SAW bersabda, "Maka tidak berbicara kepada Allah saat itu kecuali para nabi." 

Maka Allah SWT berkata, "Apakah kalian memiliki tanda sehingga kalian mengetahui bahwa Dia adalah Rabb kalian?" Mereka berkata, "Betis". Maka disingkaplah betis Allah SWT.

Para ulama mengatakan bahwasanya ini termasuk hadist yang berisi sifat Allah SWT. Kewajiban kita beriman bahwasanya Allah SWT memiliki betis sesuai dengan keagunganNya. Tidak boleh kita ingkari, tidak boleh kita serupakan dengan makhluk, tidak boleh kita takwil, dan tidak boleh kita bertanya tentang bagaimananya.

Kemudian rasulullah SAW bersabda, "Maka sujudlah setiap mukmin."

Dan dalam riwayat Muslim disebutkan, "Tidak tersisa orang yang dahulu sujud untuk Allah, ikhlas dari dirinya kecuali Allah akan mengizinkan dia untuk bersujud. Kemudian tidaklah tersisa orang yang dahulu sujud karena hanya ingin melindungi diri dan riya kecuali Allah akan menjadikan punggungnya menjadi rata. Setiap akan sujud dia jatuh tersungkur di atas tengkuknya."

Maksudnya dia tidak bisa sujud karena punggungnya yang semula memiliki beberapa ruas tulang yang memudahkan dia untuk membungkuk, menjadi hanya memiliki satu ruas tulang yang rata.

Demikianlah keadaan orang-orang yang dahulu menipu Allah SWT dan orang-orang yang beriman di dunia maka Allah SWT menipu mereka.

Mereka mengira bahwasanya mereka akan akan selamat dengan tinggalnya mereka itu bersama orang-orang yang beriman. Namun ternyata perkiraan mereka adalah perkiraan yang salah.

Kemudian rasulullah SAW bersabda, "Kemudian orang-orang yang beriman mengangkat kepala mereka dan Allah SWT telah kembali ke bentuk yang semula." Kemudian Allah SWT berkata, "Aku adalah Rabb kalian." Merekapun berkata, "Engkau adalah Rabb kami."

Bersambung