Kamis, 23 Oktober 2025
Termasuk beriman kepada hari akhir adalah beriman dengan adanya Ash-Shirath. Ash-Shirath yaitu jembatan yang dipasang di atas neraka jahanam untuk lewat orang-orang yang beriman menuju syurga.
Setelah dipisah dengan orang-orang munafik maka tinggallah orang-orang yang beriman dengan berbagai tingkat keimanan mereka. Mulai dari para nabi alaimussalam sampai para pelaku dosa besar. Mereka semua akan menuju syurga dengan melewati sebuah jembatan yang berada di atas neraka.
Allah SWT berfirman, "Dan tidak ada seorangpun dari kalian, kecuali akan melewati neraka, yang demikian adalah ketentuan Allah yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan selamatkan orang-orang yang bertakwa dan Kami akan biarkan orang-orang yang dzalim masuk ke dalam neraka dalam keadaan berlutut." (QS. Maryam:71-72)
Di dalam hadist Abu Said Al-Khudri radiyallahuanhu, sahabat yang meriwayatkannya oleh Bukhari dan Muslim. Rasulullah SAW menggambarkan bahwa jembatan itu sangat menggelincirkan. Di atasnya ada besi-besi pengait dan duri yang keras yang bentuknya seperti duri Sa'dan.
Berkata Abu Said Al-Khudri, sahabat yang meriwayatkannya di sini, di dalam HR. Muslim. "Telah sampai kepadaku bahwasanya jembatan ini lebih lembut daripada rambut dan lebih tajam daripada pedang."
Di dalam hadist ini disebutkan bahwasanya, ada orang beriman yang melewati jembatan tersebut dengan sangat cepat seperti kedipan mata. Ada yang seperti kilat, ada yang secepat angin, ada yang secepat burung, ada yang secepat larinya kuda, ada yang secepat larinya unta, dan ada yang sangat lambat sehingga dia lewat jembatan tersebut dalam keadaan menyeret dirinya, dialah orang terakhir yang melewati jembatan.
Rasulullah SAW juga menyebutkan di dalam hadist ini bahwasanya manusia akan terbagi menjadi tiga:
1. Orang yang benar-benar selamat melewati neraka yaitu tanpa mengenai sambaran.
2. Orang yang selamat melewati neraka akan tetapi terkoyak tubuhnya.
3. Orang yang tersambar dan akhirnya jatuh ke dalam neraka.
Di dalam hadist Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Rasulullah SAW bersabda, "Maka aku dan umatkulah yang pertama kali akan melewati dan tidak berbicara saat itu kecuali para rasul." Doa mereka saat itu, "Ya Allah, selamatkan, selamatkan." Di atas jembatan tersebut ada besi-besi pengait seperti duri Sa'dan, mereka menjawab, "Tahukah kalian duri Sa'dan?" Mereka menjawab, "Iya ya rasulullah." Beliau SAW berkata, "Besi pengait tersebut seperti duri Sa'dan. Namun tidak mengetahui besarnya kecuali Allah. Dia akan menyambar manusia sesuai dengan amalan mereka, yaitu dosanya."
Ada di antara mereka yang binasa karena amalannya dan ada di antara mereka yang terkoyak dari belakang kemudian selamat. Di antara yang selamat adalah 70.000 orang yang akan masuk syurga tanpa hisab. Wajah-wajah mereka seperti bulan di malam bulan purnama. Menyusul setelah mereka rombongan yang wajah mereka seperti bintang yang paling terang.
Di dalam HR. Muslim, dari Jabir Ibnu Abdillah Al-Anshari radiyallahuanhuma, "Dan akan dikirim amanah dan rahim atau kekerabatan."
Rasulullah SAW bersabda, "Dan akan dikirim amanah dan rahim atau kekerabatan maka keduanya berdiri di samping kanan dan kiri jembatan." (HR. Muslim)
Ini menunjukkan bahwasanya melaksanakan amanah dan menyambung silaturahmi atau hubungan kekerabatan perkaranya besar di dalam agama Islam, keduanya akan menuntut orang-orang yang tidak memenuhi hak keduanya. Sebagian orang beriman akan jatuh ke dalam neraka karena sebab ucapan yang dia ucapkan di dunia.
Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh seorang hamba mengucapkan sebuah kalimat yang membuat marah Allah dan hamba tersebut tidak menganggap penting kalimat itu, dia jatuh dengan sebab ucapan tadi ke dalam neraka jahanam." (HR. Bukhari)
Sebuah batu yang dilempar ke dalam neraka akan sampai ke dasar neraka 70 tahun kemudian sebagaimana di dalam HR. Muslim.
Sebuah peristiwa yang pasti akan kita alami dan sangat mendebarkan, berjalan di atas jembatan yang sangat kecil, sangat panjang, di bawahnya ada neraka yang sangat dalam dan berisi azab yang sangat pedih dan di samping kanan dan kiri ada besi-besi pengait yang siap mengenai orang yang berhak.
Ketegaran kita di atas jembatan saat itu sesuai dengan ketegaran kita di dunia di dalam berpegang teguh dengan agama Islam.
Semoga Allah SWT merahmati kita dan menyelamatkan kita semua. Aamiin yra.
Bersambung