Jumat, 17 Oktober 2025

Fiqih Manasik Umroh : Sunnah-Sunnah Umroh

Jumat, 17 Oktober 2025

Sunnah-sunah umroh kita mulai dari semenjak seseorang pertama kali dia mau umroh.

1. Mandi
Yang disunnahkan seseorang mandi sebelum dia melakukan umroh. Mandi di sini adalah mandi yang sama caranya ketika kita mandi wajib. Mandi kemudian kita bersihkan apa yang boleh untuk dibersihkan, seperti memotong kuku, memendekkan kumis, memotong rambut kemaluan.

2. Memakai pakaian ihram
Kemudian setelah mandi kita akan memakai pakaian ihram.

3. Mengucapkan ketika kita sampai di miqat maka kita bertalbiyah dan meniatkan di dalam diri kita yaitu di dalam hati kita niat untuk masuk ke dalam ihram.

4. Mengucapkan Labbaik Allahumma Umroh.
Sambil kita melakukan niat dalam hati, kehendak untuk masuk ke dalam ihram maka kita membaca "Labbaik allahumma umroh." Ucapan "Labbaik allahumma umroh" adalah sesuatu yang sunnah, bukan merupakan kewajiban, tapi niat dalam hati itu merupakan rukun.

5. Niat di atas kendaraan
Disunnahkan ketika kita niat tadi, kita berada di atas kendaraan kemudian kita melakukan niat tadi.

6. Memperbanyak talbiyah
Setelah niat dan membaca "Labbaik allahumma labbaik" kita memperbanyak talbiyah yang panjang, "Labbaik allahumma labbaik, labbaik laa syariikalak, innalhamda wanni'mata lakawalmulk laa syariikalak". Itu dibaca, diperbanyak dan untuk laki-laki dikeraskan suaranya, kalau untuk perempuan dilirihkan suaranya.

7. Memperbanyak berdoa dan berdzikir
Kemudian kita isi perjalanan kita menuju ke Mekah ini dengan banyak berdoa, dengan banyak dzikir dan memperbanyak talbiyah.

8. Sunnah ketika tawaf
Kemudian setelah sampai ke Mekah maka seseorang bisa langsung melaksanakan tawaf. Tawaf ini disyaratkan dalam keadaan bersuci sehingga kalau dalam perjalanan kita sempat tidur atau buang air dan seterusnya dalam keadaan kita batal maka sebelum tawaf kita harus memperbaiki dan memperbaharui wudhu kita kembali.

Melakukan tawaf yang disunnahkan:

Setiap kali kita melewati hajar aswad ketika tawaf disunnahkan untuk mencium dengan hidung kita. Kalau tidak mampu untuk mencium maka disunnahkan untuk mengusap. Kalau tidak mampu dengan mengusap maka seseorang boleh memberikan isyarat. Kalau memang di sana berdesak-desakan maka boleh seseorang memberikan isyarat. 

Kemudian ketika mencium maka seseorang disunnahkan untuk mengucapkan "Bismillahi wallahu akbar." 

Kemudian untuk laki-laki melakukan raml yaitu memperkecil langkah dan juga mempercepat ketika tiga kali putaran yang pertama. 

Kemudian disunnahkan untuk laki-laki ketika dia tawaf dan itu adalah tawaf yang pertama kali dilakukan ketika masuk Mekah (tawaf qudum) maka disunnahkan untuk membuka bahu sebelah kanan sampai tujuh putaran. Kalau sudah tujuh putaran dan mau solat maka dia kembalikan kain penutup bahunya.

Apa yang dilakukan ketika tawaf? Yang dilakukan yakni berdoa dan berdzikir.

Kemudian ketika dia melewati rukun yamani (sunnahnya dianjurkan mengusap tapi tidak disunnahkan untuk mencium dan tidak memberikan isyarat dengan tangan) dengan rukun hajar aswad kita (jadi antara rukun yamani dan rukun hajar aswad) membaca:
"Robbanna atina fiddunya hasanatau wafil akhiroti hasanah wakinna adzabannar"
Artinya: "Ya Allah berikanlah kepada kami kebaikan di dunia. Berikan pula kebaikan di akhirat. Dan lindungilah kami dari siksa neraka."

Kemudian setelah tujuh putaran maka seseorang melakukan solat dua rakaat di belakang maqam Ibrahim. Rakaat yang pertama membaca QS. Al-Kafirun. Rakaat yang kedua membaca QS. Al-Ikhlas. Sunnahnya dilakuan di belakang maqam Ibrahim. Yang dimaksud dengan maqam Ibrahim adalah batu tempat dulu nabi Ibrahim AS menginjakkan kakinya ketika beliau AS menaiki batu tersebut saat melaksanakan perintah Allah SWT untuk meninggikan Kabbah. Itu adalah tanda-tanda kekuasaan Allah SWT.

9. Sunnah Ketika Sai
Setelah tawaf kemudian setelah itu kita sai.

Sai ketika kita naik ke atas bukit Safa maka kita sambil membaca:
"Innasshafaa wal marwata min sya'aairillahi faman hajjalbaita awi'tamarofalaa junaaha 'alaihi ayyathowwafa bi himaa, wa amantathowaa' khoiron fa innallaha syaakirun 'aliimun."
Artinya: "Sesungguhnya Safa dan Marwa itu ialah sebagian dari syiar (lambang) agama Allah SWT maka sesiapa yang menunaikan ibadah haji ke Baitullah atau mengerjakan umroh, maka tiadalah menjadi salah ia bersaie (berjalan dengan berulang-balik) di antara keduanya. Dan siapa yang bersukarela mengajarkan perkara kebajikan maka sesungguhnya Allah SWT memberi balasan pahala, lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah:158)

Kemudian seseorang menuju ke atas bukit Safa dan berusaha untuk melihat Kabah. Setelah dia melihat, maka dia mengangkat tangan dan berdzikir dengan dzikir yang disyariatkan. Yaitu dengan urutan:
- Membaca takbir 3x
- Membaca Tahlil 2x
- Berdoa "Allahuakbar 3x (3x) Laailahailallah wahdahulla syarikallah lahulmulku wa lahulhamdu wahuwa 'allaakulli syai'inqodir. Laailahailallah wahdahuanjajya wa'dahu wanashoroabdahu wa hajyamal ahjyaba wahdahu." Kemudian berdoa
- Kemudian kembali membaca takbir 3x
- Kemudian kembali membaca tahlil 2x
- Kemudian berdoa
- Kemudian setelah itu ditutup dengan takbir 3x
- Kemudiam tahlil 2x
- Selesai (tanpa berdoa lagi)
Jadi selama di bukit Safa itu orang bertakbir 9x, bertahlil 6x, berdoa 2x.

Kemudian setelah itu seseorang turun dari bukit Safa menuju ke bukit Marwa. Dan selama perjalanan dia banyak menyebut nama Allah SWT, berdzikir, berdoa.

Berlari di antara dua tanda hijau yang ada di antara bukit Safa dan Marwa, maka di antara dua tanda hijau tadi kita berlari, tentunya jangan sampai berlebihan.

Kemudian ketika sampai di bukit Marwa (bukit yang satunya) yang kita lakukan adalah sama dengan yang kita lakukan di bukit Safa, tidak ada bedanya kecuali membaca "Wal marwata innasshofa," maka ini hanya berada di atas Safa saja atau menuju ke bukit Marwa.

Di bukit Marwa yang kita lakukan yaitu menghadap Kabah (sekarang sudah tertutup dengan tembok) maka yang penting kita menghadap ke arah Kabah. Kemudian membaca doa dan dzikir (bacaan sama dengan yang di bukit Safa), lafadzkan seterusnya sampai dengan 7x.

10. Memotong atau memendekkan rambut. Kalau untuk laki-laki maka disunnahkan menggundul (dicukur habis). Tapi kalau untuk wanita maka yang ada adalah memendekkan saja. Jadi kalau laki-laki bisa mencukur habis, bisa memendekkan namun yang lebih afdol mencukur habis. Adapun wanita maka yang ada hanyalah dipotong saja, jadi dipotong rambutnya seruas jari panjangnya. Dengan demikian sudah halal seseorang ketika dia sudah potong rambut. Sebelum dia ihram sebelumnya dia diharamkan untuk mencukur rambut, diharamkan untuk mendatangi istrinya dan berbagai larangan lainnya. Namun setelah potong rambut dia sudah halal.

Inilah beberapa hal singkat yang berkaitan dengan amalan-amalan yang dilakukan ketika umroh. Semoga Allah SWT memberikan kepada kita taufik kemudahan untuk melaksanakn ibadah ini. Aamiin yra.