Senin, 02 Februari 2026

Silsillah Ilmiyyah 6 : 21 - Beriman Dengan Amalan-Amalan Malaikat Bagian 10 Dari 12

Senin, 2 Februari 2026

Diantara amalan malaikat yang kita diperintahkan untuk beriman dengannya adalah amalan mereka yang berkaitan dengan manusia: 

⑴ Mulai dari awal penciptaan manusia di dalam perut ibunya,
⑵ Penulisan taqdir,
⑶ Penulisan ucapan & perbuatan dia selama di dunia,
⑷ Pencabutan ruh,
⑸ Dan seterusnya. 

Diantara amalan malaikat dam tugas mereka yang berkaitan dengan manusia: 

⑴ PERANTARA ANTARA ALLAH & ANTARA HAMBA-HAMBANYA DARI KALANGAN MANUSIA 

Diantara malaikat ada yang Allah berikan tugas menyampaikan wahyu kepada para Nabi dan Rasul. 

Ada diantara wahyu yang langsung diberikan oleh Allah kepada seorang Nabi dan ada diantaranya yang melalui malaikat. 

Allah berfirman, 

وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِن وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ 

“Dan tidaklah Allah berbicara kepada manusia kecuali wahyu yang diwahyukan secara langsung atau berbicara kepadanya dari balik hijab atau Allah mengutus seorang malaikat utusan kemudian malaikat tersebut mewahyukan dengan izin Allah apa yang Allah kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.” (QS. Asy-Syura:51) 

Jibril adalah yang paling sering melaksanakan tugas ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, 

قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَى قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ 

“Katakanlah, "Barangsiapa yang menjadi musuh bagi Jibril maka sesungguhnya dia telah menurunkan Al-Quran atas hatimu dengan izin Allah, membenarkan apa yang sebelumnya, petunjuk dan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Baqarah:97) 

Dan terkadang selain Jibril juga turun membawa wahyu, sebagaimana ucapan ‘Abdullah Ibnu ‘Abbas, 

بَيْنَمَا جِبْرِيلُ قَاعِدٌ عِنْدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم سَمِعَ نَقِيضًا مِنْ فَوْقِهِ، فَرَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ: هَذَا بَابٌ مِنْ السَّمَاءِ فُتِحَ الْيَوْمَ لَمْ يُفْتَحْ قَطُّ إِلَّا الْيَوْمَ، فَنَزَلَ مِنْهُ مَلَكٌ، فَقَالَ: هَذَا مَلَكٌ نَزَلَ إِلَى الْأَرْضِ لَمْ يَنْزِلْ قَطُّ إِلَّا الْيَوْمَ، فَسَلَّمَ، وَقَالَ: أَبْشِرْ بِنُورَيْنِ أُوتِيتَهُمَا، لَمْ يُؤْتَهُمَا نَبِيٌّ قَبْلَكَ: فَاتِحَةُ الْكِتَابِ، وَخَوَاتِيمُ سُورَةِ الْبَقَرَةِ، لَنْ تَقْرَأَ بِحَرْفٍ مِنْهُمَا إِلَّا أُعْطِيتَهُ 

“Ketika Jibril duduk bersama Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam tiba-tiba Jibril mendengar suara dari langit. Kemudian Beliau mengangkat kepalanya seraya berkata, "Ini adalah pintu di langit dibuka hari ini, belum pernah dibuka sebelumnya kecuali hari ini." Maka turunlah dari pintu tersebut seorang malaikat. Kemudian Jibril berkata, "Ini adalah malaikat turun ke bumi, dia belum pernah turun sebelumnya kecuali hari ini." Kemudian malaikat tersebut mengucapkan salam dan berkata kepada Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam, "Bergembiralah dengan 2 cahaya yang diberikan kepadamu, belum pernah diberikan kepada seorang Nabipun sebelummu, Fatihatul Kitab (yaitu Al-Fatihah) dan ayat-ayat terakhir surat Al-Baqarah. Tidaklah engkau membaca 1 huruf dari keduanya kecuali engkau akan diberi.” (HR. Muslim) 

⑵ MENULIS AMAL KEBAIKAN DAN KEJELEKAN MANUSIA 

Allah berfirman, 

وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ (١٠) كِرَاماً كَاتِبِينَ (١١) 

“Dan sesungguhnya atas kalian ada malaikat penjaga yang mulia lagi menulis.” (QS. Al-Infithar:10-11) 

Jumlahnya ada 2 malaikat, kiri dan kanan untuk setiap manusia. 

Allah berfirman, 

إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ (١٧) مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ (١٨) 

“Ketika 2 malaikat menulis di kanan dan di kiri senantiasa bersamanya, tidaklah ada ucapan kecuali ada malaikat yang mengawasi yang ditugaskan untuk itu.” (QS. Qaf:17-18) 

Mereka bertugas mencatat semua amalan manusia. 

Allah berfirman 

وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَٰذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا ۚ وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا ۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا 

“Dan diletakkanlah kitab catatan maka engkau akan melihat orang-orang yang berbuat maksiat takut dengan apa yang ada di dalamnya dan mereka berkata, "Celaka kami, kitab ini tidak meninggalkan amalan yang kecil maupun yang besar kecuali ditulisnya." Dan mereka mendapatkan apa yang mereka amalkan hadir di depannya dan Rabbmu tidak menzhalimi seorangpun.” (QS. Al-Kahfi:49) 

Sampai niat dan kehendak yang ada di dalam hatipun, mereka tulis. 

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, 

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : إِذَا هَمَّ عَبْدِي بِسَيِّئَةٍ ، فَلَا تَكْتُبُوهَا عَلَيْهِ ، فَإِنْ عَمِلَهَا ، فَاكْتُبُوهَا سَيِّئَةً ، وَإِذَا هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا ، فَاكْتُبُوهَا حَسَنَةً ، فَإِنْ عَمِلَهَا ، فَاكْتُبُوهَا عَشْرًا 

“Allah ‘Azza wa Jalla berkata, "Apabila hambaKu berkehendak untuk melakukan kejelekan maka janganlah kalian tulis. Kemudian apabila dia melakukan kejelekan tersebut maka tulislah satu kejelekan. Dan apabila dia berkehendak untuk berbuat baik kemudian tidak mengamalkannya maka tulislah satu kebaikan. Kemudian apabila dia mengamalkannya maka tulislah sepuluh kebaikan.” (HR. Muslim) 

Hikmah dari pencatatan ini adalah menunjukkan keadilan Allah dan bahwasanya Allah tidak menzhalimi manusia dalam ketaatan yang dia lakukan dan kemaksiatan yang dia kerjakan. 

Bersambung