Selasa, 03 Februari 2026

Silsillah Ilmiyyah 6 : 22 - Beriman Dengan Amalan-Amalan Malaikat Bagian 11 Dari 12

Selasa, 3 Februari 2026

⑶ MENGATUR RAHIM 

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, 

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ وَكَّلَ بِالرَّحِمِ مَلَكًا ، يَقُولُ : يَاْ رَبِّ نُطْفَةٌ، يَا رَبِّ عَلَقَةٌ، يَا رَبِّ مُضْغَةٌ، فَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَقْضِيَ خَلْقه، قَالَ : أَذَكَرٌ أَمْ أُنْثَى ؟ شَقِيٌّ أَمْ سَعِيدٌ ؟ فَمَا الرِّزْقُ وَ الْأَجَلُ ؟ فَيُكْتَبُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ 

“Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla menugaskan seorang malaikat untuk rahim. Malaikat berkata, "Wahai Rabbku, setetes air mani. Wahai Rabbku, segumpal darah. Wahai Rabbku, segumpal daging." Maka apabila Allah berkehendak untuk menyempurnakan penciptaanNya, malaikat berkata, "Ya Allah, apakah laki-laki atau wanita? Celaka atau bahagia? Kemudian, apa rezeki dan apa ajalnya?" Maka ditulislah semua itu ketika seseorang di perut ibunya.” (HR. Bukhari dan Muslim) 

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam juga bersabda, 

إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ في بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا ثُمَّ يَكُونُ في ذلك عَلَقَةً مِثْلَ ذلك ثُمَّ يَكُونُ في ذلك مُضْغَةً مِثْلَ ذلك ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فيه الرُّوحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أو سَعِيدٌ 

“Sesungguhnya salah seorang diantara kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya 40 hari. Kemudian berupa segumpal darah di dalamnya selama yang semisalnya (yaitu 40 hari). Kemudian menjadi segumpal daging di dalamnya selama yang semisalnya. Kemudian diutus seorang malaikat maka dia meniup ruh di dalamnya dan diperintah menulis 4 kalimat: ¹rizqinya, ²ajalnya, ³amalnya dan dia ⁴bahagia atau celaka.” (HR. Bukhari dan Muslim) 

⑷ MENJAGA MANUSIA DARI MARABAHAYA 

Allāh berfirman, 

وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لا يُفَرِّطُونَ 

“Dan Dialah Dzat yang berkuasa di atas para hambaNya dan mengutus atas kalian para malaikat penjaga sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang diantara kalian maka utusan-utusan Kami yang akan mewafatkannya dan mereka tidak akan menyia-nyiakan perintah Allah.” (QS. Al-An’am:61) 

Para malaikat itu menjaga manusia dari marabahaya, dari depan dan belakangnya. Dan apabila datang taqdir Allah maka mereka membiarkannya. 

Allah berfirman, 

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِّن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ 

“Setiap manusia memiliki malaikat-malaikat yang bergantian yang berada di depan dan belakangnya, yang bertugas menjaganya dengan perintah dari Allah.” (QS. Ar-Ra’d:11) 

Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan bahwa malaikat yang mengikuti setiap manusia ada 4:
• 2 malaikat sebagai pencatat amal kanan dan di kiri.
• 2 malaikat sebagai penjaga dari bahaya di depan dan di belakang. 

Mereka ini bergantian dengan 4 malaikat yang lain setiap malam dan siang. 

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, 

يَتَعَاقَبُونَ فِيكُمْ مَلائِكَةٌ بِاللَّيْلِ وَمَلائِكَةٌ بِالنَّهَارِ , وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلاةِ الْفَجْرِ وَصَلاةِ الْعَصْرِ ، ثُمَّ يَعْرُجُ الَّذِينَ بَاتُوا فِيكُمْ فَيَسْأَلُهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ : كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي ؟ فَيَقُوْلُوْنَ : تَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ , وَأَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ 

“Bersama kalian ada malaikat-malaikat yang bergantian, beberapa malaikat di malam hari dan beberapa malaikat di siang hari. Dan mereka berkumpul ketika shalat Shubuh dan shalat ‘Ashar. Kemudian naiklah malaikat yang bermalam bersama kalian, maka Allah bertanya kepada mereka sedang Allah lebih tahu tentang mereka. "Bagaimana keadaan hamba-hambaKu ketika kalian meninggalkan mereka?" Maka mereka berkata, “Kami meninggalkan mereka sedangkan mereka dalam keadaan shalat dan kami mendatangi mereka sedangkan mereka dalam keadaan shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim) 

⑸ MENDORONG MANUSIA UNTUK BERBUAT BAIK 

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, 

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلا وَقَدْ وُكِّلَ بِهِ قَرِينُهُ مِنَ الْجِنِّ وَقَرِينُهُ مِنَ الْمَلائِكَةِ. قَالُوا : وَإِيَّاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : ” وَإِيَّايَ ، إِلاَّ أَنَّ اللَّهَ أَعَانَنِي عَلَيْهِ فَأَسْلَمَ ، فَلا يَأْمُرُنِي إِلا بِخَيْرٍ 

“Tidaklah ada diantara kalian seorangpun kecuali diberikan kepadanya qarin dari kalangan jin dan qarin dari malaikat. Para shahabat berkata, "Demikian pula engkau, wahai Rasulullah?" Beliau shallallahu ‘alayhi wa sallam berkata, "Demikian pula aku, akan tetapi Allah telah menolongku kemudian jin itu masuk Islam maka dia tidak memerintahkanku kecuali kebaikan.” (HR. Muslim) 

⑹ MENYAMPAIKAN KEPADA RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAYHI WA SALLAM SALAM UMATNYA 

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam manusia, 

إِنَّ لِلَّهِ مَلَائِكَةً سَيَّاحِينَ فِي الأَرْضِ يُبَلِّغُوْنَ مِنْ أُمَّتِيْ السَّلاَمَ 

“Sesungguhnya Allah memiliki malaikat-malaikat yang senantiasa berjalan-jalan di permukaan bumi, menyampaikan salam untukku dari umatku.” (Hadits shahih riwayat Nasai) 

Bersambung