Selasa, 04 Februari 2025

Silsillah Ilmiyyah 1 : Halaqoh 22 - Takut Kepada Allah

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI01.H22. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Selasa, 4 Februari 2025



Di antara keyakinan seorang muslim bahwa manfaat dan mudharat adalah di tangan Allah SWT semata. Seorang muslim tidak takut kecuali kepada Allah SWT dan tidak bertawakal kecuali hanya kepada Allah SWT.

Takut kepada Allah SWT yang dibenarkan adalah takut yang membawa pelakunya kepada:
  1. Merendahkan diri di hadapan Allah SWT.
  2. MengagungkanNya.
  3. Membawanya untuk menjauhi larangan Allah SWT.
  4. Melaksanakan perintahNya.
Bukan takut terhadap:
  1. Takut yang berlebihan yang membawa kepada keputusa-asaan terhadap rahmat Allah SWT.
  2. Takut yang terlalu tipis yang tidak membawa pemiliknya kepada ketaatan kepada Allah SWT.
Takut seperti ini adalah ibadah. Tidak boleh sekali-kali seorang muslim menyerahkan takut seperti ini kepada selain Allah SWT.

Dan barangsiapa menyerahkan kepada selain Allah SWT maka dia telah terjerumus ke dalam syirik besar yang dapat mengeluarkan seseorang dari Islam. Misalnya orang yang takut (terkena) mudharat (dengan) wali fulan yang sudah meninggal kemudian takut tersebut dijadiikan dia merendahkan diri di hadapan kuburannya dan juga mengagungkannya. 

Hendaknya seorang muslim meneladani nabi Ibrahim AS ketika beliau berkata yang artinya, "Dan aku tidak takut dengan sesembahan kalian, mereka tidak memudharatiku kecuali apabila Rabbku menghendakinya." (QS. Al-An'am [6] : 80)

Di antara takut yang di haramkan adalah takutnya seseorang kepada makhluk melebihi takutnya kepada Allah SWT, sehingga takut tersebut membuat dia meninggalkan perintah Allah SWT atau melanggar larangan Allah SWT. Seperti orang yang meninggalkan jihad yang wajib atasnya karena takut kepada orang-orang kafir atau tidak melarang kemungkaran karena takut celaan manusia padahal dia mampu.                                                     

Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya itu hanyalah syaitan yang menakut-nakuti kalian, dengan wali-walinya (penolong-penolongnya). Karena itu janganlah kalian takut kepada mereka tetapi takutlah kepadaKu jika kalian benar-benar orang yang beriman." (QS. Ali-Imran [3] : 175)

Di antara cara menghilangkan rasa takut kepada makhluk yang diharamkan adalah:
  1. Berlindung kepada Allah SWT dari bisikan syaitan.
  2. Mengingat sabda nabi SAW di dalam hadist yang menyatakan, "Ketahuilah bahwa seandainya umat semua berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu niscaya mereka tidak bisa memberikan manfaat kecuali dengan apa yang sudah Allah SWT tulis dan seandainya mereka berkumpul untuk memberikan mudharat kepadamu niscaya mereka tidak bisa memberikan mudharat kecuali dengan apa yang sudah Allah tulis." (HR. Tirmidzi dan disahkan Syeikh Al-Albani rahimahullah)
Manusia diperbolehkan takut yang merupakan tabi'at manusia seperti takut kepada panasnya api, takut kepada binatang buas, dan lain-lain. Dan takut seperti ini bukanlah takut yang merupakan ibadah dan juga bukan takut yang membawa seseorang meninggalkan perintah atau melanggar Allah SWT. Ini adalah takut yang tabi'at yang para nabi pun tidak terlepas darinya.


[Bersambung]