Rabu, 05 Februari 2025

Silsillah Ilmiyyah 1 : Halaqoh 23 - Taat Ulama Dalam Kebenaran

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI01.H23. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Rabu, 5 Februari 2025



Ulama adalah orang-orang yang memiliki ilmu tentang Allah SWT dan juga agamanya yaitu ilmu yang membawa dirinya untuk bertakwa kepada Allah SWT. Para ulama, mereka adalah pewaris para nabi dan kedudukan mereka di dalam agama Islam adalah sangat tinggi. Allah SWT telah mengangkat derajat para ulama dan memerintahkan kita untuk taat kepada mereka selama mereka menyeru dan mengajak kepada kebenaran dan juga kebaikan.

Allah SWT berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul dan ulil amri kalian." (QS. An-Nisa [4] : 59)

Ulil Amri di sini mencakup ulama dan juga umara (pemerintah), menghormati mereka (yaitu para ulama) bukan berarti mentaati mereka dalam segala hal sampai kepada kemaksiatan. Ulama, seperti manusia yang lain, ijtihad mereka terkadang salah terkadang benar.
  • Kalau mereka benar mereka mendapatkan 2 pahala
  • Kalau mereka salah mereka mendapatkan 1 pahala
Apabila jika telah jelas kebenaran bagi seorang muslim dan jelas bahwasanya seorang ulama menyelisihi kebenaran tersebut dalam sebuah permasalahan, maka tidak boleh seseorang menaati ulama tersebut dan kemudian dia meninggikan kebenaran.

Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan kepada Allah. Sesungguhnya ketaatan hanya di dalam kebenaran." (HR. Bukhari dan Muslim)

Apabila seseorang mentaati ulama dalam kemaksiatan kepada Allah SWT, maka dia telah menjadikan ulama tersebut sebagai pembuat syariat dan bukan penyampai syariat, ini seperti yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.

Allah SWT berfirman, "Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) menjadikan ulama dan ahli ibadah mereka sebagai sesembahan selain Allah." (QS. At-Taubah [9] : 31)

Rasulullah SAW menjelaskan ayat ini, beliau mengatakan, "Ketahuilah bahwa mereka bukan beribadah kepada para ulama dan ahli ibadah tersebut, akan tetapi mereka apabila menghalalkan apa yang Allah haramkan maka mereka pun ikut menghalalkan. Dan apabila ulama dan ahli ibadah tersebut mengharamkan apa yang Allah halalkan maka mereka pun ikut mengharamkan." (HR. At-Tirmidzi dari Adi bin Hatim dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah)

[Bersambung]