Kajian : HSI Edu
Sifat : Online - Intern - SI01.H24. Judul
Sifat : Online - Intern - SI01.H24. Judul
Pemateri : Ustad Abdullah Roy
Tanggal : Kamis, 6 Februari 2025
Termasuk keyakinan yang harus diyakini dan diingat oleh setiap muslim bahwa kenikmatan dengan segala jenisnya adalah dari Allah SWT.
Allah SWT berfirman, "Kenikmatan apa saja yang kalian dapatkan maka asalnya dari Allah." (QS. An-Nahl [16] : 53)
Adalah termasuk syirik kecil apabila seseorang mendapatkan sebuah kenikmatan dari Allah SWT kemudian menyandarkan kenikmatan tersebut kepada selain Allah SWT misalnya seperti ungkapan seperti kalau pilot tidak mahir niscaya kita sudah celaka, kalau tidak ada angsa niscaya uang kita sudah dicuri, kalau bukan karena dokter niscaya saya tidak sembuh, dan sebagainya. Ini semua adalah contoh bentuk menyandarkan kenikmatan kepada sebab.
Allah SWT berfirman, "Mereka mengenal nikmat Allah kemudian mereka mengingkarinya." (QS. An-Nahl [16] : 83)
Seharusnya kenikmatan tersebut disandarkan kepada Allah SWT, Dzat yang menciptakan sebab. Yang seharusnya dikatakan kalau bukan karena Allah niscaya kita sudah celaka, kalau bukan karena Allah niscaya uang kita sudah hilang, kalau bukan karena Allah niscaya saya tidak akan sembuh, dan sebagainya. Yang demikian karena Allah SWT lah yang sebenarnya memberikan nikmat keselamatan, keamanan, kesembuhan dan sebagainya. sedangkan makhluk hanyalah sebagai alat sampainya kenikmatan tersebut kepada kita.
Kalau Allah SWT tidak menghendaki niscaya Allah SWT tidak akan menggerakkan makhluk-makhluk tersebut untuk menolong kita. Ini semua bukan berarti seorang muslim tidak boleh berterimakasih kepada orang lain.
Seorang muslim diperintahkan untuk mengucapkan syukur dan terimakasih kepada seseorang yang berbuat baik kepadanya karena mereka telah menjadi sebab kenikmatan tersebut. Bahkan diperintahkan pula untuk membalas kebaikan tersebut dengan kebaikan atau dengan doa yang terbaik. Namun pujian dan penyandaran kenikmatan tetap hanya kepada Allah SWT semata.
[Bersambung]