Rabu, 03 Desember 2025

Fiqih Manasik Haji 1 : 18 - Mustahabbat Atau Sunah-Sunah Haji Bagian 5

Rabu, 3 November 2025

Di antara sunah-sunah haji: 

13. Dzikir dan doa ketika thawaf 

Disunnahkan bagi orang yang sedang thawaf untuk berdzikir dan doa sesuai dengan yang dimudahkan, dan tidak ada dzikir dan doa yang khusus pada setiap putaran dalam thawaf, dan sebaiknya seseorang berdzikir dan berdoa dengan dzikir dan doa yang datang dari Nabi Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam. 

Ketika berada di antara rukun yamani dan hajar aswad maka disunnahkan untuk membaca, 

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

(HR. Imam Ahmad dalam musnadnya) 

14. Shalat sunnah tawaf 

Disunnahkan shalat sunnah thawaf 2 rakaat setelah thawaf, dilakukan di belakang maqam Ibrahim. Rakaat pertama setelah membaca Al-Fatihah membaca Al-Kafirun. Rakaat kedua setelah membaca Al-Fatihah membaca Al-Ikhlas. 

Sebagaimana hadits Jabir Ibnu Abdillah Al-Anshory yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim rahimahullah. Allah berfirman, “Dan jadikanlah sebagian dari Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat. Dan (ingatlah) ketika Kami jadikan rumah suci (Baitullah) itu tempat tumpuan bagi umat manusia (untuk ibadah Haji) dan tempat yang aman dan jadikanlah oleh kamu maqam Ibrahim itu tempat sembahyang. Dan Kami perintahkan kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail (dengan berfirman), “Bersihkanlah rumahku (Kaabah dan Masjid Al-Haraam dari segala perkara yang dilarang) untuk orang-orang yang bertawaf, dan orang-orang yang beriktikaf (yang tetap tinggal padanya), dan orang-orang yang rukuk dan sujud." (QS. Al-Baqarah:125) 

Berkata Abdullah Ibnu Umar, “Datang Nabi Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam kemudian beliau thawaf 7x dan shalat dibelakang maqam Ibrahim 2 rakaat kemudian keluar menuju Shafa." (HR. Bukhari Muslim) 

15. Apabila seseorang ingin mendekati bukit Shafa maka membaca firman Allah, "Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi’ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah:158). 

Kemudian dia mengatakan, “Abda'u bima bada allahu bihi.” Aku memulai dengan apa yang Allah mulai (Doa di Safa and Marwah). 

16. Ketika berada di Shafa berusaha untuk melihat rumah Allah (menghadap ke Ka’bah). 

Kemudian membaca dzikir yang dibaca oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam yaitu, "Allahu Akbar 3x Laa Ilaha ilalah wahdahu la syarikallah, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumiit wahuwa alaa kulli syaiin qodir. Laa ilaha ilallahu wahdah, anjaza wa’dah, wa nashoro abdah wa hazamal ahzaba wahdah." 

Kemudian berdoa sesuai yang diinginkan, kemudian megulangi kembali dzikir tadi, kemudian berdoa kembali, kemudian mengulangi kembali dzikir tadi, dan setelah itu tidak berdoa. Melakukan semua itu dengan mengangkat kedua tangan. Sehingga seseorang apabila di atas Shafa dia telah takbir 9x, tahlil 6x dan berdoa 2x.

17. Berlari dengan kencang diantara 2 tanda berwarna hijau. 

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda, "Tidak melewati al-ab’thoh kecuali dalam keadaan lari kencang." (Shahih HR. Al-Imam An-Nasa’i)

Berlari diantara 2 tanda hijau hanya disyariatkan hanya bagi laki-laki.

18. Melakukan diatas bukit Marwah apa yang sudah dia lakukan diatas Shafa. 

Seperti menghadap kibat, membaca takbir, membaca tahlil dan berdoa adapun membaca ayat “inna sfoha wal marwata min sya’airillah.” Maka hanya disyariatkan ketika pertama kali dia menaiki bukit Shafa. 

19. Disunnahkan ketika sai memperbanyak dzikir dan doa sebagaimana yang dia lakukan ketika thawaf. 

20. Melakukan sa’i dalam keadaan bersuci, baik dari hadast kecil dan besar. Jika sa’i dalam keadaan tidak suci, maka sa’i nya sah. 

Bersambung