Senin, 16 Maret 2026

Ramadhan Malam 26 : Tazkiatun Nafs (Mensucikan Jiwa)

Tazkiatun Nafs (Mensucikan Jiwa)
Ust. Iman Ar Arifin
Masjid Bea Cukai, 15 Maret 2026 

QS. Al Jumuah:2 

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ 

"Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata." 

Tugas nabi dan rasul:
1. Membacakan mereka ayat-ayat Allah 
2. Mensucikan mereka
3. Mengajarkan kitab dan al hikmah (as sunnah) 

QS. An Nur:21 

۞ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ وَمَنْ يَّتَّبِعْ خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ فَاِنَّهٗ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهٗ مَا زَكٰى مِنْكُمْ مِّنْ اَحَدٍ اَبَدًاۙ وَّلٰكِنَّ اللّٰهَ يُزَكِّيْ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ 

"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan! Siapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya dia (setan) menyuruh (manusia mengerjakan perbuatan) yang keji dan mungkar. Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, niscaya tidak seorang pun di antara kamu bersih (dari perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya. Akan tetapi, Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." 

Ayat tersebut menjelaskan tugasnya nabi dan rasul hanya mengajak manusia, sedangkan yang mensucikan dan membawa hati kita hanya Allah.

QS. An Najm:31-32 

وَلِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ لِيَجْزِىَ ٱلَّذِينَ أَسَٰٓـُٔوا۟ بِمَا عَمِلُوا۟ وَيَجْزِىَ ٱلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ بِٱلْحُسْنَى 

"Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga)." 

Ayat 31 menjelaskan baik dan buruk akan mendapatkan balasan Allah. 

ٱلَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَٰٓئِرَ ٱلْإِثْمِ وَٱلْفَوَٰحِشَ إِلَّا ٱللَّمَمَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ وَٰسِعُ ٱلْمَغْفِرَةِ ۚ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ وَإِذْ أَنتُمْ أَجِنَّةٌ فِى بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمْ ۖ فَلَا تُزَكُّوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ ٱتَّقَىٰٓ 

"(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa." 

Ayat 32 menjelaskan jangan merendahkan orang lain dan menganggap diri sendiri suci. Allah yang paling tahu orang yang bertakwa. 

Penyakit yang menghingap pada jiwa kita (fisik dan nonfisik), penyakit fisik dimulai dari penyakit nonfisik:
- Sumber utama maksiat dan dosa 

Ibnu qayyim al jauziyah di dlm kitab Ad daa'wa ad dawaa menjelaskan obatnya:
1. Ibadah (solat, puasa, sedekah, dll) kepada Allah, istigfar dan taubat 
QS. Al Isra[17]:82 

وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًا 

"Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian." 

2. Al Quran sebagai penyembuh (obat), terutama QS. Al Fatihah

3. Di antara doa yg paling manjur adalah doamu (doa kita sendiri yang berdoa).

Doa "Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni" (اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي) adalah doa utama memohon ampunan yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA untuk dibaca, terutama pada malam Lailatul Qadar. Doa ini bermakna: "Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf, menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku".  
Inti dari tazkiyatun nafs yakini banyak berdoa, jangan buru-buru berdoa, jika belum dikabulkan teruslah berdoa. Doa ibarat senjatanya orang beriman. 

4. Di antara rahasia doa agar diijabah Allah:
Perlu kita ketahui bahwa lafadz doa sekedar lafadz doa tersebutnya, jadi tidak berdasarkan lafadz sehingga doa diijabah akan tetapi masing-masing orangnya.
1. Berdoa di waktu yang diijabah seperti antara adzan dan iqamah, dan lain-lain. 

5. Doa adalah senjata

6. Bahwa kita bisa mengalahkan musuh dengan doa. Bagi Umar bin Khattab pasukan terkuatnya adalah doa. Menang karena doa yg ada di bumi yang dilangitkan. Tidak memikirkan doa. Jika sudah banyak berdoa dan terus berdoa, Allah akan mengijabah doa kita.

7. Sebab-sebab yang bisa membawa kebaikan

8. Husnudzon kepada Allah harus terwujud dengan amal,amal perbuatan baikmu

9. Antara maafnya Allah dan antara perintah Allah. Rodja dan khauf harus slalu seimbang. Hati-hati dengan istidraj.

10. Maksiat adalah sumber kerusakan
QS. Ar Rum:41 

ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ 

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."