Breaking The Chain - Memutus Rantai Kebiasaan Buruk
Ust. Aa Dedy Irawan
Masjid Bea Cukai, 16 Maret 2026
Ada 3 kebaikan Ramadhan yang harus disyukuri:
1. Setiap amal akan dilipatgandakan
2. Bulan yang penuh dengan ampunan Allah
3. Adanya lailatul qadr
Ciri orang yang tidak disukai biasanya gampang kecewa
QS. Al-Imran[3]:31
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
"Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Qs. Al-Ashr:1-3 - dalam surat ini jangan sampai kita menjadi orang yang merugi. Surat ini menekankan pentingnya memanfaatkan waktu demi meraih kebahagiaan akhirat.
وَالْعَصْرِۙ
"Demi masa,"
اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ
"Sungguh, manusia berada dalam kerugian,"
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِࣖ
"kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran."
Rantai dosa bisa mematikan hati
Ciri matinya hati:
1. Tidak adanya perasaan menyesal atas yang dilakukan
Doa mohon ampunan
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni
"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Pemurah. Kau menyukai ampunan, oleh karenanya ampunilah aku."
Bahaya kebiasaan buruk:
- Merusak hati
- Merusak hidup
- Merusak masa depan
Rantai paling berbahaya dalam hidup manusia
- Rantai kebiasaan
- Rantai hawa nafsu
- Rantai lingkungan
Putus rantai kebiasaan buruk
- Kesadaraan waktu kita terbatas
- Kesadaran sebagai seorang hamba
- Kesadaran memilih lingkungan baik
Kesadaran waktu kita terbatas
QS. Ali Imran[3]:185
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya".
Qs. Al Anbiya:35
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan."
Kesadaran sebagai seorang hamba
Qs. Adz Dzaariyaat:56
وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaKu."
Kesadaran memilih lingkungan baik
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
"Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman." (HR. Abu Dawud no 4833 dan At Tirmidzi no 2378)
Teruslah berjuang untuk jadi semakin baik, malam ini mungkin kesempatan terakhir yang Allah berikan untuk kita berubah
QS. Ar Rad:11
...اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ...
"...Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka..." (QS. Ar-Ra'd: 11).