Rabu, 18 Maret 2026

Ramadhan Malam 28 : Kajian Kitab Nashaihul Ibad

Kajian Kitab Nashaihul Ibad
Ust. Ibnu Jarir
Masjid Bea Cukai, 17 Maret 2026 

Dari Syeik Nawawi Al-Bantani, 6 point dari 6 Babu Assudasi, bab yg berisi tentang 6 point nasehat yang berasal dari Rasulullah SAW, Abu Bakar RA dan Umar RA yang berkaitan tentang tazkiatun nafs (pensucian jiwa) 

Jika ibadah kita tidak terasa lezat berarti ada masalah dengan jiwa kita 

6 point tersebut, dari Qaul Umar bin Khattab:
1. Allah menyembunyikan 6 hal di dalam 6 hal juga. Allah menyembunyikan keridhoan di dalam ketaatan seorang hamba kepada Allah 

QS. An-Nisa:64 

وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا لِيُطَاعَ بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗوَلَوْ اَنَّهُمْ اِذْ ظَّلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ جَاۤءُوْكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللّٰهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُوْلُ لَوَجَدُوا اللّٰهَ تَوَّابًا رَّحِيْمًا  

"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul melainkan untuk ditaati dengan izin Allah. Sekiranya mereka setelah menzalimi dirinya datang kepadamu (Muhammad), lalu memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."  

QS. Az-Zumar:39 

قُلۡ يٰقَوۡمِ اعۡمَلُوۡا عَلٰى مَكَانَتِكُمۡ اِنِّىۡ عَامِلٌ‌ۚ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُوۡنَۙ‏  

"Katakanlah (Muhammad), "Wahai kaumku! Berbuatlah menurut kedudukanmu (keadaanmu), aku pun berbuat (demikian). Kelak kamu akan mengetahui."

Jangan meremehkan ibadah dan ketaatan karena di sana ada kehidupan hati/jiwa/roh. 

2. Allah menyembunyikan kemarahanNya di dalam kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia. Maksudnya kita tidak boleh meremehkan dosa. Tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus menerus karena akan menjadi dosa besar karena menumpuk.
Karakteristik orang yang disukai Allah jika melakukan dosa segera meminta ampun kepada Allah. 

3. Allah menyembunyikan nama-namanya yang agung di dalam Al-Quran. Nama-nama ini biasanya diletakkan di akhir ayat untuk menghidupkan hati/jiwa manusia ketika disebutkan.
Hendaknya kita dekat dengan Al-Quran sehingga Allah sayang kepada kita, tiada kelezatan/keindahan yang lain selain hidup bersama Al-Quran.
Hidup bersama Al-Quran tidak bisa dirasakan kecuali orang yang mengamalkan Al-Quran. 

4. Allah menyembunyikan Lailatul Qadr di 10 hari terakhir ramadhan
Makna kata Qadr:
Kata Al-Qadr (الْقَدْرِ) berasal dari bahasa Arab yang memiliki beberapa makna penting secara bahasa (etimologi), terutama dalam konteks Lailatul Qadar. 

Berikut adalah makna utamanya: 
• Kemuliaan (Adhamah atau Syaraf): Ini adalah makna yang paling umum. Lailatul Qadar disebut sebagai malam kemuliaan karena malam tersebut memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan mulia di sisi Allah SWT.
• Ketetapan atau Pengaturan (Al-Hukm atau At-Taqdir): Al-Qadr juga berarti malam penetapan takdir. Pada malam ini, Allah SWT menetapkan rezeki, ajal, dan ketentuan lainnya untuk makhluk-Nya selama satu tahun ke depan.
• Sempit atau Sesak (Ad-Dhiq): Sebagian ulama memaknai Al-Qadr sebagai malam yang sempit karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi pada malam tersebut.  

Dalam konteks Lailatul Qadar:
Secara keseluruhan, Lailatul Qadar diartikan sebagai malam mulia, malam penetapan, atau malam penuh berkah, di mana Al-Qur'an pertama kali diturunkan. 

5. Allah merahasiakan wali-walinya di antara manusia. 
Ciri waliyullah tersebut: Tidak pernah rasa takut, tidak punya rasa sedih, waliyullah itu orang yang beriman dan orang yang bertakwa. 

Allah mnyembunyikan kematian di balik umur. Mati itu pasti, dia dekat namun tidak diketahui. Maka untuk menghadapi kematian harus dilakukan secara kesiapan yang terus menerus
Orang yang paling cerdas yang paling mengingat mati dan sungguh-sungguh menyiapkan kematian 

6. Jagalah benar-benar seluruh solat yang diwajibkan Allah kepada kita dan solat yang paling indah (solatuwusto) yang Allah berikan kebaikan dan itu disembunyikan oleh Allah. Kenapa disembunyikan? Agar manusia mempunyai kesiapan yang terus menerus 

Pesan dari Usman bin Affan, 7 wasiat kepada anak yatim dalam QS. Al-Kahfi:82 

Seorang mukmin dalam 5 tantangan:
1. Selalu dihadapkan oleh seorang mukmin yang iri
2. Orang mukmin yang benci
3. Orang-orang non muslim yang berusaha memurtadkannya
4. Syetan yang selalu berupaya menyesatkan
5. Nafsu yang selalu menghalang-halangi dalam menaati Allah 

Seorang mukmin terbangun pada dirinya 6 rasa takut yaitu:
1. Hendaknya ia selalu takut kepada Allah jangan sampai Allah cabut iman dari jiwa kita.
Iman melekat kepada kita seperti kita memakai baju yang rutin harus dicuci. 

2. Hendaknya kita haruss takut iman down sehingga harus selalu kita rawat. Hendaknya kita takut dari sisi malaikat yang menjaga kita, malaikat selalu mencatat. Hendaknya kita takut kepada malaikat di hari kiamat untuk membuka catatan kita. 

3. Hendaknya kita khawatir dan takut tentang apa dari sisi syetan yang sewaktu-waktu membatalkan amal-amal kita. Semua manusia akan celaka kecuali yang berilmu dan yang berilmu akan celaka maka yang mengamalkan dan mengamalkan (ilmunya) akan celaka, kecuali yang ikhlas. 

Ungkapan tersebut adalah nasehat hikmah (sering diatribusikan kepada Imam al-Ghazali) yang menekankan pentingnya ilmu, amal, dan ikhlas. 

4. Hendaknya seorang hamba merasa takut malaikat maut datang ketika datang dalam keadaan lalai dari Allah
QS. Al-Araaf:172 

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ أَن تَقُولُوا۟ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَٰفِلِينَ 

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi." (Kami lakukan itu) agar pada hari Kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya kami lengah terhadap hal ini." 

5. Hendaknya kita takut kalau dunia yang Allah karuniakan kepada kita menyibukkan dariburusan akhirat kita. 

6. Hendaknya kita perhatikan keluarga kita dan seluruh yang Allah karuniakan kepada keluarga menyibukkan akhirat kita 

Pesan dari sebagian para ulama, 6 pesan:
1. Barangsiapa tidak punya rasa takut dia tidak akan pernah selamat dari lisan. Yang bisa mengendalikan lisan adalah rasa takut kita kepada Allah. 

Doa untuk memohon rasa takut kepada Allah agar terhindar dari maksiat, berbunyi: 

اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُولُ بِهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ 

Allahummaqsim lana min khasy-yatika maa tahulu bihi bainanaa wa baina ma'aashik. 

"Ya Allah, anugerahkanlah untuk kami rasa takut kepada-Mu, yang dapat menghalangi antara kami dan perbuatan maksiat kepada-Mu".  

2. Barangsiapa yang tidak takut dihadapkan di hadapan Allah maka dia tidak akan selamat dari pemakan dan berbuat yang syubhat. 

3. Barangsiapa yang tidak berputus asa dari manusia dan barangsiapa yang tidak memutus harapannya kepada manusia maka dia tidak akan putus dari sifat tamak yang menguasai dirinya. 

4. Barangsiapa yang tidak menjaga amal-amalnya secara ikhlas kepada Allah maka dia akan terjatuh kepada riya. 

5. Tidak mau meminta kepada Allah tidak akan selamat dari sifat dengki. Doa dalam QS. Al-Hasyr[59]:10, doa permohonan ampunan dan pembersihan hati dari kedengkian, 

وَالَّذِيْنَ جَاۤءُوْ مِنْۢ بَعْدِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ  

Walladziina jaa-uu min ba'dihim yaquuluuna rabbanaghfir lanaa wa li-ikhwaaninal-ladziina sabaquunaa bil-iimaani wa laa taj'al fii quluubinaa ghillal lil-ladziina aamanuu rabbanaa innaka rauufur rahiim.  

"Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa: "Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." 

6. Baransiapa yang tidak mau melihat kepada orang yang lebih soleh dari dirinya maka dia tidak akan selamat dari sifat ujub.