Kajian : Syameela Series
Sifat : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri : Ustad Oemar Mita
Tanggal : Jumat, 2 Februari 2024
II. Surat Cinta Allah Ke 2
QS. AL-AHZAB [33] : 33
Artinya :
"Tetaplah (tinggal) di rumah-rumahmu dan janganlah berhias (dan bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliyah dulu. Tegakkanlah sholat, tunaikanlah zakat, serta taatilah Allah dan Rasulnya. Seseungguhnya Allah hanya hendak menghilangkan dosa darimu, wahai ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya." (QS. Al-Ahzab [33] : 33)
- Rumah yang Allah perintahkan kepada wanita bukan sebagai tempat berteduh saja, akan tetapi menjadi medan untuk mengalirkan pahala bagi wanita.
- Jika fitrah laki-laki membutuhkan wanita maka fitrah wanita membutuhkan rumah.
- Rumah dalam bahasa Arab disebut Baitun (artinya : tempat bermalam), Sakanun (artinya : tempat memberikan ketenangan).
- Ada beberapa point yang harus kita mengerti dari QS. Al-Ahzab [33] : 33 yakni :
- Ibadah yang terus mengalir kepada wanita jika di rumah, sementara laki-laki diperintahkan utuk segera keluar walaupun laki-laki tersebut sedang berada di masjid agar menjemput karunia Allah yang berada di muka bumi serta jangan lupa untuk berdzikir seperti yang tertera pada QS. Al-Jumuah [62] : 1-11.
- Ketika wanita memposisikan rumahnya sebagai tempat membuka hatinya supaya memberikan ketenangan, seperti menenangkan suami, anak-anaknya, dan lain-lain. Rumah bagi wanita adalah singgasana.
- Ketika diturunkan QS. Al-Alaq [96] : 1-5 Rasulullah merasa berat karena kondisi hati, fisik dan psikisnya. Tentunya bukan perkara kecil karena kedatangan malaikat Jibril yang memiliki fisik yang berbeda dengan manusia yang makhluk biasa, maka Rasulullah turun dari gua Hira setengah berlari, akan tetapi Rasululah tidak langsung ke Kabah, Rasulullah langsung turun ke rumah istrinya yakni Khadijah RA yang memberikan ketenangan.
- Ketika Rasulullah sakit berat yakni sakit dari hari Jumat, Sabtu, dan Ahad maka tidak ada tempat yang paling diinginkan Rasulullah selain di rumah istrinya yakni rumahnya Aisyah RA.
- Imam Ahmad mengatakan kepada putranya yang akan menikah, "Sudah biarkan istrimu yang megatur bagaiman perhiasan di dalam rumahmu karena itu singgasananya, jangan membangunkan singa bangun dari tidurnya".
- Allah mengerti betapa besarnya hajat seorang wanita pada rumahnya. Dalil untuk menunjukan perkara tersebut :
- Allah tahu hal basic pada wanita yakni mendapatkan rumahnya. Allah ketika meyebut kata Rumah, Allah selalu menisbatkan pada wanita walaupun yang membelinya suami. Ayat-ayat di dalam Al Quran setiap menyebut Rumah maka kata ganti pemilik rumah itu tidak disebutkan dan tidak dikembalikan kata gantinya, seakan-akan menunjukan bahwa Rumah itu haknya wanita.
- QS. Yusuf [12] : 23
- Ketika Allah menyebut rumahnya istri seorang perdana menteri yaitu Zukaika, bahwasanya kita tahu yang membelikan rumah tersebut adalah sang suami Zulaika, tapi ketika Allah menyebut bagaimana rumah itu maka Allah menyebutnya dengan Huwa fi baitiha (artinya : di rumahnya seorang istri/ seorang wanita), kata ganti tersebut untuk perempuan.
- Allah memberikan pelajaran kepada kita bahwa wanita diberikan keistimewaan bahwa kata Rumah seakan-akan melekat kepada wanita.
- QS. At-Talaq [65] : 1
- Pada ayat surat ini kita mendapati ketika wanita medapakan talaq dari suaminya maka Allah menyebut La tukhrijuhunna mim buyutihina (artinya : jangan keluarkan wanita dari rumahnya), padahal kita tahu rumah itu milik suaminya, mengisyaratkan wanita tidak boleh keluar dari rumahnya ketika dicerai. Penyebutan kata Rumah, kata gantinya dikembalikan kepada istri.
- Salah satu diantara pencapaian tertinggi wanita itu mendapatkan rumah maka Aisyah binti Muzahim ketika di syurga meminta rumah di sisi Allah, begitu juga dengan Khadijah RA ketika dikabarkan Jibril bahwa Khadijah RA mendapatkan syurga disebutkan Allah dengan kata Rumah.
- Itulah yang mendasari antara masjid dan rumah dalam beribadah bagi wanita lebih baik di dalam rumah. Sholatnya wanita di dalam rumah paling utama daripada di masjid.
- Rasulullah menyampaikan dalam riwayat yang shahih, "Ketika seorang wanita dia sholat di dalam Makhda (ruangan yang paling kecil di dalam rumahnya) itu lebih utama daripada sholatnya dia di ruangan yang lebih besar pada rumahnya, dan sholatnya dia pada ruangan yang besar di dalam rumahnya itu lebih afdol daripada sholatnya dia di masjidnya."
- Walaupun begitu dibolehkan juga sesekali keluar dengan catatatan perginya tidak pada perkara yag tidak jatuh pada dosa/ maksiat.
- Wanita di dalam rumah itu tahu memprioritaskan hidupnya sesuai dengan apa yang Allah ridhoi ketika mereka paham di dalam rumah, wanita bisa mendapatkan sebuah kebaikan dan keberkahan.
- Kesenangan yang didapatkan di dalam rumah merupakan basic yang pertama dari anak tangga kesuksesan seorang manusia, itulah rumah.
- Allah mengatakan, "Tetaplah selalu berada di dalam rumah dan janganlah bersolek sebagaimaa bersoleknya wanita jahiliyah di masa lampau ketika mereka ingin menarik perhatian dari laki-laki." Maka Maka Abdullah Bin Ma'sud mengatakan, "Tidak akan sama nilai ibadah seorang wanita yang berada di dalam rumahnya, tidak akan sama dengan nilai ibadah seorang wanita di luar rumah. Tidaklah seorang wanita yang mendekat kepada Allah kecuali yang paling penting, kalau wanita ingin mendekat kepada Allah di balik dinding rumahmu." Sebagaimana Nabi Musa AS naik ke bukit Tursina. Sebagaimana rasulullah naik ke gua Hira. Maka Gua Hira dan bukit Tursina-nya wanita adalah di dalam rumah.
- Para sahabat menyampaikan, "Seandainya pahala kita 2x lipat lebih besar daripada wanita."
30 Kisah Inspirasi
MARYAM BINTI IMRAN
- Maryam Binti Imran disebut Allah secara langsung dan berulang-ulang sebanyak 34 kali di Al-Quran, satu-satunya wanita yang namanya disebutkan di Al-Quran dan manusia yang disebutkan namanya ke 4 di Al-Quran.
- Nama-nama wanita yang disebut Allah juga, namun memakai sebutan lain, yakni :
- Asiah disebut Allah dengan Ima'atu firaun (artinya : istrinya Firaun), ada di QS. At-Tahrim [66] : 11.
- Ayarikha disebut Allah dengan Ummi Musa (artinya : ibunya Musa), ada di QS. Al-Qashash [28] : 7.
- Hannah Binti Faqut disebut Allah dengan Imradtu Imran (artinya : istrinya Imran), ada di QS. Ali-Imran [3] : 35.
- Khaulah Binti Tsalabah disebut Allah dengan menyebut kata ganti dalam QS. Al-Mujadalah [58] : 1.
- Sementara nama Maryam disebut secara terang-terangan oleh Allah, ada di :
- Nama QS. Maryam
- QS. Maryam [19] : 16
- QS. Maryam [19] : 34
- QS. At-Tahrim [66] : 12
- dll
- Maryam keturunan Nabi Daud AS. Nama lengkapnya Maryam Binti Imran Bin Basyam Bin Amun Bin Maisya.
- Maryam merupakan ibunda dari Nabi Isa AS.
- Salah satu ciri wanita berharga di hadapan Allah adalah memiliki sifat Iffah (artinya : menjaga diri dari laki-laki), tertera di QS. Al-Anbiya [21] : 91.
- Syeikh Muhsin Al-Muthairi memberikan tamparan lembut kepada kita, "Adalah Maryam, saking iffah-nya bahkan dia membuat tabir yang menutupi dirinya dengan para ahli ibadah Baitul Maqdis, tetapi mengapa sebagian putri-putri kita tidak mengadakan takbir (hijab) dari orag-orang yang fasik?"
"Kalau engkau ingin menjadi mulia di hadapan Allah, maka pupuklah sifat Iffah dalam hatimu"