Rabu, 28 Februari 2024

30 Surat Cinta Allah Kepada Wanita : Hari Ke 10 - Dan Allah Melindungimu Dari Lelaki Yang Semena-Mena

Kajian        : Syameela Series
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Sabtu, 10 Februari 2024


X. Surat Cinta Ke 10

QS. Al-Baqarah [2] : 229-230
Artinya :
Talak (yang dirujuk itu) dua kali. (Setelah itu suami dapat) menahan (rujuk) dengan cara yang patut atau melepaskan (menceraikan) dengan baik.Tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu (mahar) yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali keduanya (suami istri) khawatir tidak mampu menjalankan batas-batas ketentuan Allah. Jika kamu (wali) khawatir bahwa keduanya tidak mampu menjalankan batas-batas (ketentuan) Allah, maka keduanya tidak berdosa atas bayaran yang (harus) diberikan (oleh istri) untuk menebus dirinya. Itulah batas-batas (ketentuan) Allah, janganlah kamu melanggarnya. Siapa yang melanggar batas-batas (ketentuan) Allah, mereka itulah orang-orang yang dzalim. (QS Al-Baqarah [2] : 229)
Jika dia menceraikannya kembali (setelah talak kedua), perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dia menikah dengan laki-laki yang lain. Jika (suami yang lain itu) sudah menceraikannya, tidak ada dosa bagi keduanya (suami pertama dan mantan istri) untuk menikah kembali jika keduanya menduga akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah ketentuan-ketentuan Allah yang diterangkanNya kepada orang-orang yang (mau) mengetahui. (QS. Al-Baqarah [2] : 230)
  • Ayat tersebut membicarakan tentang talak. Hal yang mendasari ketika wanita menikah, hak wali yang tadinya adalah bapak berpindah ke suaminya. Itulah yang perlu diketahui suami agar suaminya tidak bisa bertindak semena-mena terhadap istrinya, apalagi sampai berkata "cerai". Batas maksimal mengatakan cerai adalah 3x, setelah itu suami tidak bisa kembali sampai istrinya dinikahi oleh orang lain lalu kembali kepadanya.
  • Jika ada kalimat sindiran yang mengarah ke talak maka harus lekas diperjelas, istri harus menanyakan kepada suami apa maksud kalimat sindiran tersebut, apakah kalimat cerai, apakah bukan. Jika iya merupakan kalimat cerai maka jatuh talak 1.
  • Misal, ada suami menceraikan istri maka jatuh talak 1. Istri memasuki siklus haid - siklus suci - siklus haid - siklus suci - siklus haid - siklus suci, sudah 3x masa suci (maka itu masa iddah-nya) jadi diperbolehkan menikah dengan laki-laki lain. Jika suaminya mau kembali (rujuk) maka harus menikah (akad) kembali (sudah punya kata cerai talak 1, sisa 2, dan seterusnya sampai batas talak 3). Intinya jika melewati masa iddah lalu suami minta rujuk maka harus menikah (akad) lagi, tapi jika tidak melewati masa iddah boleh langsung rujuk saja (tanpa akad).
  • Talak Raji'i adalah talak yang baru 1x atau 2x, diambil dari kata Roja'a yakni Rujuk, artinya bisa kembali suami jika emosi sudah mereda kepada istri.
  • Ada seorang ahlul hikmah berkata, "Laki-laki ksatria itu laki-laki yang apabila marahnya, emosinya datang maka kemarahan dan emosinya tidak menjadikan dia didahului kalimat cerai untuk dia jatuhkan ke istrinya".
  • Kata "Cerai" dibebankan kepada laki-laki karena wanita didominasi perasaan, juga sebagai syariat bagi laki-laki yang menghargai wanita.
  • Ada hadist Rasulullah, "Ada 3 perkara yang bercanda akan menjadi serius da seriusnya pasti menjadi lebih serius, yaitu : 1. Kata Nikah, 2. Kata Cerai, 3. Kata Rujuk."

30 Kisah Inspirasi

SHAFURA ZAUJATI MUSA
  • Shafura Zaujati Musa merupakan istri nabi Musa AS.
  • Tinggal di kota Madyan.
  • Mempunyai sifat pemalu.
  • Shafura mau menikah dengan nabi Musa AS karena mengetahui sifat kuat dan amanahnya nabi Musa AS.
  • Mahar nabi Musa AS ke Shafura adalah nabi Musa AS harus menggembalakan ternak ayahnya Shafura selama 8 tahun, lalu nabi Musa AS menggenapkannya menjadi 10 tahun (QS. Al-Qasas [28] : 27).
  • Dari pernikahannya mereka mempunyai dua anak.
  • Ketika nabi Musa AS dan keluarganya akan ke Mesir, mereka tersesat dan ketika di gunung Sina nabi Musa AS diangkat menjadi rasul Allah.

Kata para ulama, 
"Tidaklah pertengkaran di dalam rumah tangga
kecuali yang menjadi penontonnya adalah syetan."