Senin, 26 Februari 2024

30 Surat Cinta Allah Kepada Wanita : Hari Ke 8 - Kehormatanmu Sebanding Dengan Kesaksian 4 Orang

Kajian        : Syameela Series
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Kamis, 8 Februari 2024


VIII. Surat Cinta Ke 8

QS. An-Nur [24] : 4-5
Artinya :
Orang-orang yang menuduh (berzina terhadap) perempuan yang baik-baik dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (para penuduh itu) delapan puluh kali dan janganlah kamu menerima kesaksian mereka untuk selama-lamanya. Mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS. An-Nur [24] : 4)
Kecuali mereka yang bertaubat setelah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nur [24] : 5)
  • Latar belakang ayat ini adalah Aisyah RA pada perang Ghawzul Bani Musthaliq, Rasulullah mengundi siapa istri yang menemani perang, ternyata terpilihlah Aisyah RA.
  • Dalam perjalanan balik Aisyah RA tertinggal karena mencari kalungnya yang hilang.
  • Biasanya dalam rombongan perjalanan ada sahabat Rasulullah yang jalan paling terakhir untuk berjaga. Ketika itu sahabat Rasulullah yang jalan paling terakhir adalah Shafwan bin Mu'atthal. Karena Aisyah RA tertinggal maka Aisyah RA pun ditemukan oleh Shafwan, ia pun membawa Aisyah RA bersamanya balik ke Madinah.
  • Sampai di Madinah ada orang munafik bernama Abdullah bin Ubay, ia membuat rumor tentang Aisyah RA dan Shafwan.
  • Allah lalu menurunkan QS. An-Nur [24] : 4-5. Dalam surat ini jika menuduh wanita yang baik dengan tuduhan berzina tapi tidak dapat menampilkan empat orang saksi yang melihatnya langsung maka orang tersebut disebut dengan orang fasik.
  • Beberapa orang yang ikut memfitnah Aisyah RA yahni Misthah bin Ufsatsah merupakan kerabat jauh Abu Bakar RA, ada juga Hasan bin Tsabit penyairnya Rasulullah. Ada juga yang menuduh yakni Hamnah binti Jahsy. Dua laki-laki dan satu wanita. Mereka akhirnya menebusnya dengan 80x hukuman cambuk.
  • Dari kejadian tersebut menegaskan betapa mahalnya kehormatan seorang wanita. Apabila ada wanita baik-baik dituduh berzina maka harus ada empat orang saksi yang menyaksikan (melihat) secara langsung. Tentunya hal ini dibarengi bahwa perbuatan wanitanya tidak mengundang rasa curiga orang lain.
  • Ada kisah lain ketika Rasulullah meriwayatkan pernah didatangi istrinya yang bernama Shafiyah binti Huyay ketika itikaf. Ketika selesai Rasulullah berjalan beriringan dengan Shafiyah, lalu bertemu dengan dua sahabat Rasulullah yang melihatnya tapi dua sahabat Rasulullah tersebut malah mempercepat langkah kakinya. Rasulullah yang tahu memanggil dua sahabat tersebut lalu memberitahu untuk berjalan pelan-pelan karena Rasulullah berjalan bersama istrinya sendiri. Maksud Rasulullah memanggil dua sahabatnya tersebut karena khawatir syetan akan membisikan hal jelek.

30 Kisah Inspirasi

BALQIS BINTI SYARAHIL
  • Balqis binti Syarahil merupakan ratu dari kerajaan Saba. Kerajaan Sabar berdiri abad 10 SM dan berpusat di Ma'rib, Yaman. Kerajaan tersebut terbentang di bagian selatan Arab, Laut Merah, Irenia sampai Ethopia Timur Benua Afrika. Merupakan kerajaan yang makmur. Masa kejayaannya pada tahun 8 SM. Kerajaan Saba menyembah Matahari dan Bintang.
  • Nama lengkap ratu Balqis adalah Balqis binti Syahrahil Al-Hadhad bin Syarahbil.
  • Ratu Balqis menerima surat dari nabi Sulaiman AS yang dikirim oleh burung Hud-Hud untuk memperingatkan ratu Balqis untuk menyembah Allah. dalam QS. An-Naml [27] : 44 ratu Balqis akhirnya mengimani Islam.
  • Syeikh Muhammad bin Ghalib berpesan, "Membiasakan diri menerima nasehat adalah keutamaan yang ingin diraih orang-orang yang berakal, sebaliknya orang-orang yang sombong akan merendahkan dan menolak nasehat. Jadi siapapun yang memberikan nasehat untukmu maka ia merupakan nikmat yang Allah datangkan untukmu sedangkan hak nikmat adalah dengan mensyukurinya."


Dalam riwayat Abu Hazim, 
Rasulullah pernah menatap Kabah (sedang thawaf) sambil berkata,
"...Kehormatan seorang mukmin dan mukminah itu lebih mulia di sisi Allah
daripada kehormatanmu (Kabah)..."
(HR. Baihaki dalam Syu'abul Iman dengan sanad hasan)