Kajian : Syameela Series
Sifat : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri : Ustad Oemar Mita
Tanggal : Selasa, 6 Februari 2024
VI. Surat Cinta Allah Ke 6
QS. Al-Imran [3] : 35
Artinya :
(Ingatlah) ketika istri Imran berkata, "Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku menadzarkan kepada-Mu apa yang ada di dalam kandunganku murni untuk-Mu (berkhidmat di Baitul Magdis), maka, terimalah (nadzar itu) dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Imran [3] : 35)
- Tentang ibunya Maryam binti Imran yang bernama Hannah binti Faqudz yang ucapannya diabadikan di dalam QS. Al-Imran [3] : 35 ketika Hannah sedang hamil. Ternyata di dalam doanya, Hannah lupa menyebutkan jenis kelamin laki-laki atau wanita. Allah menerima nadzarnya dengan lahirnya Maryam binti Imran yang nantinya akan melahirkan nabi Isa AS.
- Pada surat tersebut memberitahu wanita bahwa wanita bukan makhluk lemah, sebab ketika wanita taat maka nadzarnya bisa mengguncangkan dunia.
- Sama seperti kisah ibunya Imam Bukhari yang bernama Fatimah. Pada waktu kecil Imam Bukhari buta, ibunya pun berdoa agar Imam Bukhari disembuhkan, ia bernadzar kalau anaknya dapat disembuhkan maka anak tersebut akan diwakafkan di jalan Allah. Setelah itu hajatnya pun terkabul.
- Ada wanita bernama Khatun dari Bani Ayub, ia bernadzar, "Saya tidak mau menikah kecuali dengan laki-laki yang mana ia harus memiliki sebuah misi yang membawaku dan menggandengku ke Syurga. Lalu laki-laki ini mempunyai sebuah misi bahwa anak yang aku lahirkan akan diwakafkan dan dijadikan untuk membebaskan Matul Magdis." Khatun lalu bertemu dengan Majmuddin Al-Ayyubi yang menjadi bapak dari Shalahuddin Al-Ayyubi sehingga nadzarnya Khatun dikabulkan Allah.
- Berdasarkan kisah tersebut kita dapat memahami ternyata wanita disayang oleh Allah sampai kekuatan nadzarnya kuat.
- Wanita yang taat, disiplin pada ibadahnya konsisten dengan visi menuju ridhonya Allah. Merekalah pembangun peradaban bukan hanya pelengkap peradaban. Wanita dimuliakan doanya, doanya tidak pernah tertolak.
- Dalam hadist Rasulullah ada 3 macam doa yang tidak akan pernah tertolak di sisi Allah, yakni :
- Doa orangtua atas anaknya
- Doa orang yang melakukan safar
- Doa orang terdzolimi
- Juraij seorang ibadah dari Bani Israil, suatu waktu dipanggil ibunya ketika Juraij sedang ibadah, maka ia tidak menjawab ibunya, ibunya lalu mengucapkan kata-kata yang kurang pas, "Semoga kamu tidak mati kecuali sampai kamu melihat senyuman seorang pelacur." Waktu pun berlalu, dalam suatu waktu ada seorang pelacur yang memfitnah Juraij, karena berhasil memfitnah Juraij ia lalu tersenyum melihat Juraij dihukum. Situasi tersebut persis dengan apa yang diucapkan ibunda Juraij. Kita dapat belajar dari kisah ini bahwa doa seorang wanita apalagi ibu sangat mungkin menjadi kenyataan, maka sebagai wanita apalagi seorang ibu harus menjaga lisannya, karena doa ibu 3x melesat daripada doanya seorang bapak yang hanya 1x lesatan. Sehingga dapat mempengaruhi kehidupan anak-anaknya di masa mendatang.
- Ada doa yang diajarkan Rasulullah ketika jadi ibu atau akan jadi ibu :
- Allahumma inni as aluka kalimatal haqqi fil ghodhobi war-ridhoo
- Artinya : "Ya Allah aku meminta kalimat yang haq yang aku ucapkan dalam kondisi aku marah maupun dalam kondisi aku lapang dan damai." (HR. Ahmad IV/264)
- Fungsi doa tersebut :
- Bisa menjaga lisan ketika kita marah yang bisa membuat bencana di sekitar kita.
- Sebagai wanita banyaklah berdoa dan bernadzar kepada Allah karena doa wanita itu kuat dikabulkan di sisi Allah.
30 Kisah Inspirasi
UMMU KULTSUM BINTI UQBAH
- Ummu Kultsum binti Uqbah sebelumnya merupakan salah satu gembong Quraisy yang sangat memusuhi Allah dan Rasulullah.
- Nama lengkap Ummu Kultsum adalah Ummu Kultsum binti Uqbah bin Abu Mu'ith bin Dzakwa bin Ummayyah.
- Ummu Kultsum masuk Islam secara sembunyi-sembunyi
- Berhijrah ke Madinah pada tahun 7H bertepatan pada rentang waktu perjanjian Hudaibiyah, yaitu perjanjian antara nabi Muhammad SAW dengan pihak musyrik Mekah, yang salah satu perjanjiannya adalah jika ada orang Quraisy yang masuk Islam lalu ia hendak berhijrah ke Madinah maka harus dikembalikan kepada kaum Quraisy sedangkan jika ada seorang muslim yang murtad pindah ke Mekah ia tidak akan dikembalikan ke Rasulullah.
- Ummu Kultsum hijrah ke Madinah dibantu oleh seorang Bani Khuzaah di tengah jalan dengan menaiki unta. Allah lalu menurunkan QS. Al-Mumtahannah [60] : 10 untuk tidak menyerahkan Ummu Kultsum kepada kaum Quraisy.
Ada hadist yang berbunyi,
"Sesungguhnya takdir dan doa itu saling mendahului sampai hari kiamat."
Ada hadist lain,
"Tidak pernah tertolak suatu takdir kecuali dengan doa."