Kajian : Syameela Series
Sifat : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri : Ustad Oemar Mita
Tanggal : Sabtu, 3 Februari 2024
III. Surat Cinta Allah Ke 3
QS. AL-AHZAB [33] : 34
Artinya :
"Ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu yakni ayat-ayat Allah (Al-Quran) dan hikmah (sunah Nabimu). Seseungguhnya Allah Maha Lembut lagi Maha Teliti." (QS. Al-Ahzab [33] : 34)
- Merupakan surat cinta Allah kepada wanita, Allah menginginkan wanita supaya mempunyai hajat, untuk itu wanita harus belajar.
- Asma binti Yazid merupakan salah satu sahabat Rasulullah, memberitahukan kepada Rasulullah bahwa ia cemburu kepada laki-laki karena bisa menuntut ilmu. Untuk itu ia meminta Rasulullah untuk memberinya 1 hari untuk belajar, lalu Rasulullah mengizinkan serta setuju untuk mengajari para wanita 1 hari dalam sepekan. Hal ini tertulis di riwayat Aisyah binti Abu Bakar.
- Yang menginginkan manusia untuk belajar itu Allah agar dapat beribadah dengan benar karena sudah belajar.
- Wanita adalah makhluk Allah yang didominasi oleh perasaan dan perasaan tersebut jika tidak dikontrol bisa membuat wanita masuk ke dalam neraka, maka untuk mengontrolnya wanita harus belajar.
- Ada pintu di Masjid Nabawi yang diberikan Rasulullah sendiri, yang diberi nama Baabun-Nisa' (artinya : pintu untuk wanita) karena di pintu tersebut dahulu dilewati wanita ketika mereka belajar kepada Rasulullah.
- Wanita adalah madrasah.
- Dalam riwayat Bukhari, kriteria sebaik-baiknya wanita adalah wanita Anshor, "Karena sesungguhnya rasa malu yang mereka miliki tidak menghalangi mereka untuk belajar agama."
- Ulama Imam Ibnul Jauzi di dalam kitab Al Kamu Nisa', "Sering aku menganjurkan manusia supaya manusia itu menuntut ilmu, karena ilmu laksana cahaya yang menyinari tapi menurutku kaum wanita itu sangat dianjurkan dan lebih dianjurkan dibanding kaum laki-laki, karena jauhnya mereka dari ilmu agama dan hawa nafsu yang didominasi perasaan itu mengakar pada hati dan diri mereka."
- Kemuliaan wanita ketika wanita sudah belajar itu mengalahkan kemuliaan para malaikat, karena :
- Wanita mempunyai hawa nafsu sedangkan malaikat tidak.
- Ketika Allah menciptakan Adam AS, sebelumnya Allah menciptakan Malaikat untuk bersujud kepada Adam AS, namun Allah tidak memerintahkan Hawa (wanita) untuk bersujud kepada Adam AS.
- Imam Syafii mempunyai ibu yang berilmu, kita dapat mengetahui tatkala ibunya meminta Muhammad bin Idris (nama asli Imam Syafii) untuk menuntut ilmu ke berbagai tempat. Ketika Imam Syafii datang ke ibunya, ia mengatakan kepada ibunya, "Saya datang kepada ibu dengan membawa ilmu dan adab." Ibunya tidak membukakan pintu, namun ketika Imam Syafii datang dengan mengatakan, "Saya datang kepada ibu dengan membawa adab dan ilmu." Maka ibunya pun membukakan pintu. Ini menandakan ibu Imam Syafii mempunyai ilmu, karena mengetahui adab lebih utama dari ilmu.
- Sufyan Ats-Tsauri mempunyai ibu yang mengajarinya tidak hanya supaya dapat menghapal 10 huruf akan tetapi selain itu harus bertambah lembut hati, mulia sikap, baik akhlak. Yang dapat kita pelajari bahwa orang yang memahami ilmu akan memandang detail setiap perkara yang dia jalani pada kehidupan.
- Ada seorang wanita, Asy-Syifa binti Abdullah Al-Adawiyah yang pintar, Rasulullah memerintahkannya untuk belajar ilmu Thib (ilmu pengobatan) sehingga bisa mengajarkan istri Rasulullah yang bernama Hafsah.
- Musuhya para wanita adalah perasaannya yang tidak mendapatkan cahaya ilmu.
30 Kisah Inspirasi
KHADIJAH BINTI KHUWAILID
- Khadijah mendapat gelar At-Thahirah (artinya : wanita suci) selain Fatimah.
- Nama lengkapnya Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushay Al-Quraisyiah Al-Asadiyah.
- Lahir di Mekah pada tahun 68 sebelum Hijriyah.
- Khadijah dari keluarga bangsawan Quraisy.
- Nasabnya bertemu pada nasab Nabi Muhammad SAW pada kakek ke lima, Qushay.
- Keutamaan yang paling agung yakni Khadijah merupakan manusia pertama yang beriman kepada Rasulullah, tidak ada laki-laki dan wanita yang mendahuluinya. Khadijah juga wanita pertama yang melakukan sholat fardhu. Khadijah membantu perjuangan Nabi Muhammad SAW.
"Islam tersebar bukan karena kaum lelaki saja akan tetapi juga dari kaum wanita. Wanita bukanlah karakter sampingan pelengkap peran tapi tokoh utama sebuah peradaban."