Senin, 19 Januari 2026
Di antara sifat-sifat akhlak malaikat adalah:
(2) Sifat malu
Malu adalah sifat mulia yang membawa seseorang untuk meninggalkan yang buruk dan membawanya kepada akhlak yang mulia, bahkan dia adalah termasuk cabang keimanan.
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda berbicara tentang ‘Utsman Ibnu ‘Affan radhiyallahu ‘anhu,
أَلَا أَسْتَحِي مِنْ رَجُلٍ تَسْتَحِي مِنْهُ الْمَلَائِكَةُ؟
“Apakah aku tidak malu dari seorang laki-laki yang malaikat malu kepadanya?” (HR. Muslim IV/1866, no.2041 kitab “Fadhaa-ilush Shahaabah” bab “min fadhaa-ili Utsman”)
Imam An-Nawawiy rahimahullah di dalam kitab beliau Al-Minhaj ketika menjelaskan hadits ini, beliau berkata,
وَفِيهِ فَضِيلَةٌ ظَاهِرَةٌ لِعُثْمَانَ وَجَلَالَتُهُ عِنْدَ الْمَلَائِكَةِ وَأَنَّ الْحَيَاءَ صِفَةٌ جَمِيلَةٌ مِنْ صِفَاتِ الْمَلَائِكَةِ
“Di dalam hadits ini ada keutamaan yang jelas bagi ‘Utsman dan keagungan beliau di sisi para malaikat dan bahwasanya malu adalah sifat yang indah di antara sifat-sifat malaikat.” (Syarh an-Nawawi ‘alaa Muslim XV/169)
(3) Tidak sombong untuk beribadah kepada Allah, merendahkan diri kepada Allah dan tidak sombong untuk beribadah kepadaNya adalah sifat yang mulia.
Allah telah mensifati malaikat-malaikatNya dengan sifat yang mulia ini, Allah berfirman,
لَّن يَسْتَنكِفَ الْمَسِيحُ أَن يَكُونَ عَبْدًا لِّلَّهِ وَلَا الْمَلَائِكَةُ الْمُقَرَّبُونَ ۚ وَمَن يَسْتَنكِفْ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيَسْتَكْبِرْ فَسَيَحْشُرُهُمْ إِلَيْهِ جَمِيعًا
“Isa Al-Masih tidak menahan dirinya untuk menjadi seorang hamba Allah, demikian pula malaikat-malaikat Allah yang didekatkan. Dan barangsiapa yang menahan diri dari beribadah kepada Allah dan sombong maka Allah akan mengumpulkan mereka semuanya.” (QS. An-Nisa:172)
Dan akan datang insyaAllah pembahasan tentang ibadah-ibadah malaikat.
Bersambung