Senin, 12 Januari 2026
Di antara beriman dengan malaikat-malaikat Allah adalah beriman dengan sifat-sifat mereka yang telah dikabarkan oleh Allah dan RasulNya.
Sifat-sifat malaikat ada 2:
⑴ Sifat-sifat fisik (penciptaan)
⑵ Sifat-sifat akhlaq (perangai)
Di antara sifat-sifat fisik malaikat:
⑴ Malaikat diciptakan dari cahaya.
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,
خُلِقَتِ الْمَلَائِكَةُ مِنْ نُوْرِ
“Diciptakan malaikat dari cahaya.” (HR. Muslim IV/2294) Kitab Az-Zuhd Wa Ar Raqaaiq.
⑵ Malaikat memiliki sayap.
Ada di antara mereka yang memiliki 2 sayap, ada yang 3 sayap, 4 sayap bahkan ada yang lebih dari itu.
Allah berfirman,
الحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ جَاعِلِ الْمَلائِكَةِ رُسُلا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَّثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاء إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر
“Segala puji bagi Allah yang menciptakan langit dan bumi, menjadikan malaikat-malaikat sebagai utusan yang memiliki sayap-sayap, ada yang 2, 3, 4. Allah menambah di dalam penciptaanNya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mampu untuk melakukan segala sesuatu.” (QS. Fathir:1)
‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menceritakan bahwasanya Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam melihat Jibril dan beliau memiliki 600 sayap. (HR. Bukhari dan Muslim)
⑶ Malaikat bukan laki-laki dan juga bukan juga perempuan.
Allah berfirman,
أَمْ خَلَقْنَا الْمَلَائِكَةَ إِنَاثًا وَهُمْ شَاهِدُونَ
“Apakah Kami menciptakan malaikat sebagai wanita-wanita dan mereka menyaksikan?” (QS. Ash-Shaffat:150)
Di dalam ayat di atas Allah menafi’kan bahwasanya malaikat adalah perempuan. Dan di sana tidak ada dalil yang shahih bahwasanya mereka adalah laki-laki.
⑷ Malaikat tidak makan dan tidak minum.
Sebagaimana ketika Allah menceritakan kisah Nabi Ibrahim bersama malaikat.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ الْمُكْرَمِينَ (٢٤) إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلامًا قَالَ سَلامٌ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ (٢٥) فَرَاغَ إِلَى أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِينٍ (٢٦) فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ (٢٧) فَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً ۖقَالُوا لَا تَخَفْ ۖوَبَشَّرُوهُ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ (٢٨)
(24) Apakah telah datang kepadamu kabar tentang tentang tamu-tamu Ibrahim?
(25) Ketika mereka masuk rumah dan mengatakan “Keselamatan atasmu”. Ibrahim berkata, “Keselamatan atas kalian wahai kaum yang tidak dikenal.”
(26) Maka segeralah Ibrahim pergi ke keluarganya dan datang dengan membawa daging anak sapi yang gemuk.
(27) Kemudian menghidangkannya kepada mereka seraya berkata, “Kenapa kalian tidak memakannya?”
(28) Maka timbullah rasa takut di dalam hati beliau maka mereka pun berkata, “Janganlah engkau takut." Kemudian mereka pun memberi kabar gembira kepada Ibrahim dengan kedatangan seorang anak yang ‘alim.”
(QS. Adz-Dzariyat:24-28)
Bersambung