Senin, 10 November 2025

Fiqih Manasik Haji 1 : 01 - Pengertian, Keutamaan Dan Beberapa Hikmah Haji

Senin, 10 November 2025

Al-Hajju dalam bahasa arab artinya adalah Al-Qosdu, yaitu maksud. 

Pengertian haji secara istilah adalah bermaksud ke Baitullah dengan melakukan amalan-amalan khusus di waktu yang khusus. Amalan-amalan khusus seperti niat, thawaf, sa’i, wuquf dan lain-lain. Di waktu yang khusus yaitu di bulan-bulan haji (yaitu) bulan Syawal, Dzulqa’dah, dan 10 hari yang pertama di bulan Dzulhijjah. 

Haji merupakan salah satu rukun islam, Rasulullah shallallahu'alayhi wasallam bersabda, “Islam dibangun di atas lima perkara: Syahadat bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan Shalat, membayar Zakat, melakukan ibadah Haji dan berpuasa di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim) 

Dan haji yang mabrur adalah termasuk sebaik-baik amalan. Di dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu‘anhu, beliau mengatakan, “Rasulullah shallallahu'alayhi wasallam ditanya, "Amalan apakah yang paling afdhal?" Beliau shallallahu'alayhi wasallam menjawab, "Beriman kepada Allah dan RasulNya." Kemudian ditanya kembali,  "Kemudian apa?" Beliau shallallahu'alayhi wasallam menjawab, "Kemudian berjihad di jalan Allah Subhanahu wa ta'ala." Kemudian Beliau shallallahu'alayhi wasallam ditanya, "Kemudian apa?" Beliau Shallahu'alayhi wasallam mengatakan, "Kemudian haji yang mabrur.” (HR. Bukhari dan Muslim) 

Allah Subhanahu wa ta'ala menjadikan di dalam haji hikmah-hikmah yang banyak, diantaranya: 

1. Haji merupakan musim untuk mendapatkan pahala yang besar dan ampunan dosa 

2. Haji adalah perwujudan ukhuwah islamiyyah dan usaha saling mengenal satu dengan yang lain, kaum muslimin dengan asal, warna kulit, bahasa, suku yang berbeda, datang di satu tempat dengan tujuan yang satu yaitu menyembah Tuhan yang satu.

3. Haji merupakan madrasah iman dan beramal shalih karena seorang jamaah haji di dalam musim haji akan terbiasa melakukan amal shalih, bersabar, mengingat hari akhir ketika manusia dikumpulkan, dan juga mengingat bahwa dunia hanya sementara. 

4. Haji juga merupakan musim untuk mendapatkan rezeki dunia bagi banyak orang.

5. Haji adalah kesempatan untuk menimba ilmu dan mengajarkan ilmu kepada orang lain dan untuk berbuat baik kepada sesama.

Kemudian disana ada hikmah-hikmah yang lain dan manfaat-manfaat yang lain. Dan Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, “Hendaklah engkau seru manusia untuk melakukan haji maka akan datang mereka dengan berjalan kaki dan naik onta dari daerah yang jauh supaya mereka menyaksikan manfaat-manfaat bagi mereka.” (QS. Al-Hajj:27-28)

Bersambung