Rabu, 12 November 2025
Tidak semua orang yang melakukan ibadah haji mendapatkan haji yang mabrur. Haji yang mabrur adalah haji yang seseorang mendapatkan pahala yang besar di dalamnya. Dan ciri Haji yang mabrur, haji tersebut membawa perubahan pada dirinya kepada yang lebih baik.
Diantara keutamaan haji yang mabrur:
1. Balasan surga bagi orang yang mendapatkannya.
Rasulullah shallallahu'alayhi wa sallam bersabda, “Dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
2. Diampuni dosa-dosanya.
Di dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu'alayhi wa sallam mengatakan, “Barangsiapa yang berhaji karena Allah kemudian dia tidak melakukan rafats dan tidak melakukan kefasikan maka dia akan kembali seperti ketika dia dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
3. Haji yang mabrur adalah termasuk amalan yang paling afdhal.
Rasulullah shallallahu'alayhi wa sallam pernah ditanya tentang amalan apa yang paling afdhal. Beliau shallallahu'alayhi wa sallam berkata, "Beriman kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan Rasul-Nya." Beliau shallallahu'alayhi wa sallam ditanya, "Kemudian apa?" Beliau shallallahu'alayhi wa sallam menjawab, "Jihad di jalan Allah Subhanahu wa ta'ala." Beliau shallallahu'alayhi wa sallam ditanya kembali, "Kemudian apa?" Beliau shallallahu'alayhi wa sallam menjawab, "Haji yang mabrur.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Cara untuk mendapatkan Haji yang mabrur diantaranya:
A. Ikhlas, yaitu mengharap pahala dari Allah Subhanahu wa ta'ala.
Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, “Dan hendaklah kalian menyempurnakan haji dan umrah karena Allah Subhanahu wa ta'ala.” (QS. Al-Baqarah:196)
Dan di dalam hadits qudsi Allah Subhanahu wa ta'ala berkata, “Aku adalah Dzat yang paling tidak butuh dengan sekutu, barangsiapa yang mengamalkan sebuah amalan dia menyekutukan Aku di dalam amalan tersebut maka aku tinggalkan dia dan sekutunya.” (HR. Muslim)
Maksud Allah Subhanahu wa ta'ala meninggalkan dia dan sekutunya adalah Allah Subhanahu wa ta'ala tidak memberikan pahala kepadanya. Oleh karena itu seorang calon jamaah haji hendaknya memohon kepada Allah Subhanahu wa ta'ala supaya dimudahkan untuk ikhlas di dalam beramal, menjauhi riya (ingin dipuji), dan sum’ah (ingin didengar), atau ingin lebih dihormati oleh masyarakatnya atau ingin dipanggil pak Haji dan bu Haji karena ini semua bisa menjadi sebab ketidak mabruran haji seseorang.
B. Mengikuti Sunnah Rasulullah shallallahu'alayhi wa sallam di dalam ibadah hajinya.
Rasulullah shallallahu'alayhi wa sallam bersabda “Hendaklah kalian mengambil dariku manasik kalian karena sesungguhnya aku tidak tahu mungkin aku tidak haji lagi setelah hajiku ini.” (HR. Muslim)
Oleh karena itu hendaknya seorang calon jamaah haji bersungguh-sungguh didalam mempelajari tata cara haji Nabi Shallallahu'alayhi wa sallam yang berdasarkan dalil yang shahih dan pemahaman yang benar dan mengamalkannya supaya mendapatkan Haji yang mabrur.
C. Tidak Melakukan Kemaksiatan dan Pelanggaran.
Nabi Shallallahu'alayhi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berhaji karena Allah Subhanahu wa ta'ala kemudian dia tidak melakukan rafats, dan tidak melakukan kefasikan maka dia akan kembali seperti ketika dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Yang dimaksud dengan rafats disini adalah jima’ yaitu mendatangi istri atau pembukaan dari jima’ ketika dalam keadaan ihram. Dan yang dimaksud dengan kefasikan adalah kemaksiatan. Oleh karenanya seorang jamaah haji hendaknya menjaga hati, lisan, dan anggota badannya dari perbuatan maksiat, takut kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dimanapun dia berada, dan apabila dia melakukan kemaksiatan maka hendaknya bersegera bertaubat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dengan taubat yang nasuha dan menjaga larangan-larangan ketika ihram.
D. Berakhlak yang baik kepada orang Lain. Di antaranya memberi makan kepada orang lain, menyebarkan salam, memperbaiki tutur katanya, dan lain-lain.
Nabi Shallallahu'alayhi wa sallam bersabda ketika ditanya oleh para sahabat tentang haji yang mabrur, "Memberi makan dan menyebarkan salam."
Di dalam riwayat yang lain Beliau Shallallahu'alayhi wa sallam mengatakan, "Memberi makan dan ucapan yang baik." (HR. Ahmad di dalam Musnadnya dan Al-Hakim di dalam Al-Mustadrak, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah)
E. Menggunakan harta yang halal.
Wajib bagi seorang muslim menggunakan harta yang halal supaya hajinya menjadi haji yang mabrur.
Rasulullah Shallallahu'alayhi wa sallam bersabda, “Wahai manusia sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta'ala itu Maha Baik, tidak menerima kecuali yang baik.” (HR. Muslim)
F. Memperbanyak mengingat Allah Subhanahu wa ta'ala dalam rangkaian ibadah hajinya.
Hendaknya seorang jamaah haji mengisi waktunya dengan memperbanyak dzikrullah, yaitu mengingat Allah Subhanahu wa ta'ala dengan hati dan lisannya, mengingat keagungan-Nya, keesaan-Nya, kekuasaan-Nya, dan tidak menyia-nyiakan masa ibadah haji yang sebentar ini dengan pekerjaan yang sia-sia dan tidak bermanfaat.
Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala memudahkan Bapak Ibu sekalian untuk mendapatkan Haji yang mabrur. Aamiin yra.
Bersambung