Selasa, 04 November 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (3 - Beriman Kepada Hari Akhir) : 62 - Al-Qantharah Dan Qishash Di Antara Orang-Orang Yang Beriman

Selasa, 4 November 2025

Al-Qantharah secara bahasa adalah jembatan. 

Al-Qantharah secara syariat adalah jembatan lain setelah sirath yang terletak antara neraka dan surga (tempat berkumpulnya orang-orang yang beriman setelah melewati neraka sebelum masuk ke dalam surga). 

Termasuk beriman kepada hari akhir adalah beriman dengan adanya Al-Qantharah ini. 

Tempat akan dibersihkan hati-hati orang yang beriman dengan di qishash di antara mereka. Dan ini menunjukkan keadilah Allah Subhanahu wa Ta’ala. 

Rasulullah shallallahu‘alayhi wa sallam bersabda, “Orang-orang yang beriman yang selamat dari neraka, mereka akan ditahan di Al-Qantharah (antara surga dan neraka). Kemudian di qishash kezhaliman-kezhaliman yang terjadi di antara mereka di dunia. Sehingga apabila sudah dibersihkan dan disucikan, mereka akan diizinkan untuk masuk surga. Dan demi dzat Yang Jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, Sungguh salah seorang dari mereka lebih mengetahui rumahnya di surga dari pada rumahnya di dunia.” (HR. Bukhari) 

Yang akan dibersihkan di sini adalah ghill yang ada di dalam hati orang-orang yang beriman (hasad, dendam, kebencian dan lain-lain) yang kadang terjadi di antara mereka. 

Semakin bersih hati seseorang di dunia dari ghill maka akan semakin sebentar qishash-nya dan akan semakin cepat dia masuk ke dalam surga. 

Sebaliknya, semakin banyak ghill (hasad, dendam dan kebencian kepada sesama orang yang beriman) maka akan semakin lama qishashnya dan semakin lama dia masuk ke dalam surga. 

Qishash di Al-Qantharah ini terjadi di antara orang-orang beriman saja, dengan maksud pembersihan hati. 

Adapun qishash di Padang Mahsyar, maka untuk semua makhluk (yang kafir maupun yang mukmin). Yang mencakup qishash karena kezhaliman harta, fisik maupun kehormatan. 

Apabila sudah bersih dari ghill barulah mereka bisa masuk surga, karena tidak masuk surga kecuali orang yang sudah benar-benar bersih dan baik keadaannya. 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan Kami akan hilangkan ghill dari dada-dada mereka”. (QS Al-Hijr:47) 

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membersihkan hati kita dan saudara-saudara kita dari hasad, dendam dan kebencian yang tidak dibenarkan dan semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita hamba-hambaNya yang mudah untuk memaafkan orang lain. Aamiin yra.

Bersambung