Jumat, 07 November 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (3 - Beriman Kepada Hari Akhir) : 65 - Derajat-Derajat Al-Jannah (Syurga)

Jumat, 7 November 2025

Al-Jannah memiliki derajat yang banyak dan para penduduknya memiliki derajat yang berbeda, sesuai dengan kadar iman dan taqwa mereka. 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan barang siapa yang datang kepada Allah dalam keadaan beriman dan telah mengamalkan amal-amal yang shalih, maka merekalah yang akan mendapatkan derajat-derajat yang paling tinggi.” (QS. Thaha:75) 

Dan yang paling tinggi derajatnya adalah Rasulullah shallallahu‘alayhi wa sallam. 

Beliau Shallallahu‘alayhi wa sallam bersabda, “Apabila kalian mendengar muadzin, maka katakan seperti yang ia katakan, kemudian bershalawatlah untukku, karena barang siapa bershalawat untukku sekali, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Kemudian mintalah kepada Allah untukku Al-Wasilah, karena sesungguhnya Al-Wasilah adalah sebuah kedudukan di surga yang tidak pantas kecuali untuk seorang hamba di antara hamba-hamba Allah. Dan aku berharap akulah hamba tersebut. Maka barang siapa yang memintakan untukku Al-Wasilah, dia berhak untuk mendapatkan syafa’at.” (HR. Muslim) 

Rasulullah shallallahu‘alayhi wa sallam telah mengabarkan bagaimana ketinggian derajat sebagian orang-orang yang beriman, dibandingkan penduduk surga yang lain. 

Beliau Shallallahu‘alayhi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya penduduk surga akan melihat Ahlul Ghurf (penduduk surga yang memiliki kedudukan paling tinggi) yang ada di atas mereka seperti kalian melihat bintang yang masih tersisa di ufuk timur maupun barat. Yang demikian karena jauhnya perbedaan kedudukan di antara mereka." Mereka berkata, “Ya Rasulullah, bukankah itu adalah kedudukan para Nabi yang tidak dicapai oleh yang lain?” Beliau Shallallahu‘alayhi wa sallam bersabda, "Iya, demi dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya mereka adalah orang-orang yang beriman dan membenarkan para Rasul." (HR. Bukhari dan Muslim) 

Di antara orang-orang yang beriman yang akan mendapatkan kedudukan yang paling tinggi adalah Abu Bakar dan Umar Radhiyallahu‘anhuma, "Sesungguhnya orang-orang yang memiliki derajat (kedudukan) yang paling tinggi akan dilihat oleh orang-orang yang ada di bawah mereka seperti kalian melihat bintang yang baru terbit di ufuk langit. Dan sesungguhnya Abu Bakar dan Umar termasuk mereka, dan mereka berdua akan mendapatkan nikmat.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albaniy rahimahullah) 

Para mujahidin fi sabilillah, mereka termasuk orang-orang yang akan memiliki kedudukan yang tinggi di dalam surga. 

Rasulullah shallallahu‘alayhi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya di dalam surga ada seratus derajat yang Allah sediakan bagi orang-orang yang berjihad di jalan Allah, setiap dua derajat seperti antara langit dan bumi. Maka apabila kalian meminta kepada Allah mintalah Al-Firdaus. Karena sesungguhnya Al-Firdaus adalah surga yang paling afdhal dan surga yang paling tinggi. Di atasnya ada arsyurrahman, Dan dari sanalah terpancar sungai-sungai surga." (HR. Bukhari) 

Orang yang memberikan nafkah kepada janda dan orang miskin, maka dia akan mendapatkan pahala orang yang berjihad di jalan Allah atau seperti orang yang berpuasa di siang hari dan shalat di malam hari, Sebagaimana di dalam hadits yang riwayat Bukhari dan Muslim. 

Rasulullah shallallahu‘alayhi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang memberi nafkah dua orang anak wanita sampai dia baligh, maka dia akan datang pada hari kiamat, aku dan dia (kemudian) beliau Shallallahu‘alayhi wa sallam menggenggam jari-jari beliau.” (HR. Muslim) 

Menunjukkan ketinggian derajat orang tersebut. 

Rasulullah shallallahu‘alayhi wa sallam bersabda, “Orang yang menanggung anak yatim miliknya atau milik orang lain, aku dan dia di surga seperti dua jari ini.” (HR. Muslim) 

Dan ini menunjukkan ketinggian derajat orang tersebut, karena yang dimaksud dengan dua jari di sini adalah jari telunjuk dan jari tengah. 

Dan dalam hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi. Rasulullah shallallahu‘alayhi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya termasuk orang yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekatku majelisnya denganku dihari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya di antara kalian.” 

1. Orang tua bisa ditinggikan derajatnya di dalam surga karena sebab istighfar anaknya. 

Rasulullah shallallahu‘alayhi wa sallam bersabda, “Sungguh seseorang akan diangkat derajatnya di surga, maka dia berkata, "Dari mana ini?" Dikatakan kepadanya, "Ini semua karena istighfār anakmu untukmu.” (Shahih HR. Ibnu Majah) 

Ini adalah dorongan bagi orang tua untuk mendidik anaknya dengan baik. 

Dan penghuni surga yang paling rendah derajatnya telah kita sebutkan di dalam halaqah sebelumnya.

Bersambung