Senin, 03 November 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (3 - Beriman Kepada Hari Akhir) : 61 - Syafaat Bagi Para Pelaku Dosa Besar (Bagian 3 dari 3)

Senin, 3 November 2025

Rasulullah shallallahu‘alayhi wa sallam mengabarkan bahwasanya ada di antara umat beliau Shallallahu‘alayhi wa sallam yang akan memberikan syafa’at bagi dua dan tiga orang. 

Beliau Shallallahu‘alayhi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya seseorang sungguh akan memberikan syafa’at bagi dua orang dan tiga orang." (HR. Al-Bazzar) 

1. Para syuhada akan Allah Subhanahu wa ta'ala berikan kesempatan untuk memberikan syafa’at bagi 70 orang kerabatnya. 

Beliau Shallallahu‘alayhi wa sallam bersabda, “Orang yang mati syahid akan memberikan syafa’at bagi 70 orang kerabatnya.” (HR. Abu Dawud) 

Sebuah kebahagiaan yang luar biasa, seseorang memberi syafa’at untuk orang tua, anak-anak, istri dan saudara-saudaranya di saat mereka sangat membutuhkan. Ada di antara umat beliau Shallallahu‘alayhi wa sallam yang akan memberi syafa’at untuk orang banyak. 

Rasulullah shallallahu‘alayhi wa sallam bersabda, “Akan masuk surga lebih dari jumlah Bani Taamim dengan sebab syafa’at satu orang dari umatku." Dikatakan kepada beliau, “Ya Rasulullah, apakah orang itu adalah selain dirimu?” Beliau menjawab, “Iya, dia adalah orang lain selain diriku.” (HR. At-Tirmidzi) 

Bani Taamim adalah kabilah yang terkenal besar di zaman Nabi Shallallahu‘alayhi wa sallam.

2. Semakin besar iman seseorang, maka akan semakin besar harapan untuk bisa memberi syafa’at kepada orang lain. 

Orang yang banyak melaknat orang lain di dunia tidak bisa memberikan syafa’at di hari kiamat. 

Rasulullah shallallahu‘alayhi wa sallam bersabda, “Orang-orang yang banyak melaknat tidak akan menjadi saksi dan tidak akan memberi syafa’at di hari kiamat.” (HR. Muslim) 

3. Anak-anak orang yang beriman yang meninggal sebelum dewasa akan memberikan syafa’at bagi kedua orang tuanya. 

Rasulullah shallallahu‘alayhi wa sallam bersabda, “Anak-anak kecil dari orang-orang yang beriman akan menjadi da'anish surga” 

Arti da'anish adalah jentik-jentik nyamuk yang senantiasa ada di kolam. 

Maksud beliau Shallallahu‘alayhi wa sallam bahwasanya anak-anak kecil tersebut pasti akan masuk surga dan tidak akan pernah meninggalkannya. 

Kemudian beliau Shallallahu‘alayhi wa sallam mengatakan, “Salah seorang di antara mereka menemui ayahnya atau kedua orang tuanya kemudian memegang pakaian atau memegang tangannya seperti aku mengambil ujung pakaianmu ini, Maka dia tidak akan melepaskan pegangannya sampai Allah memasukkan dia dan kedua orangtuanya ke dalam surga.” (HR. Muslim) 

Ini adalah kabar gembira bagi setiap orang tua yang bersabar ketika diuji oleh Allah Subhanahu wa ta'ala dengan meninggalnya anak yang belum dewasa. 

4. Puasa dan Al-Quran akan memberikan syafa’at. 

Rasulullah shallallahu‘alayhi wa sallam bersabda, “Puasa dan Al-Quran akan memberikan syafa’at pada hari kiamat untuk seorang hamba.” Puasa berkata, "Wahai Rabb-ku aku telah menahannya dari makan dan syahwatnya di siang hari. Maka terimalah syafa’atku untuknya." Al-Quran berkata, "Wahai Rabb-ku sesungguhnya aku telah mencegahnya dari tidur di malam hari, Maka terimalah syafa’atku untuknya." Maka diterimalah syafa’at keduanya.” (HR. Ahmad di dalam Musnad beliau). 

Ini adalah dorongan bagi seseorang untuk berpuasa karena Allah Subhanahu wa ta'ala dan menjaga adab-adabnya. Dan dorongan untuk membaca Al-Quran karena Allah Subhanahu wa ta'ala  dan menunaikan hak-haknya. Demikianlah mereka akan memberikan syafa’at setelah diizinkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagai bentuk pemuliaan Allah Subhanahu wa ta'ala kepada mereka. 

5. Orang-orang yang bertauhid sajalah yang akan mendapatkan syafa’at. 

Adapun orang-orang musyrik, orang-orang kafir dan orang-orang munafiq, maka mereka tidak akan mendapatkan syafa’at. 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Maka tidak akan bermanfaat bagi mereka syafa’at orang-orang yang memberikan syafa’at.” (QS Al-Mudatsir : 48) 

Orang-orang yang berdo’a kepada nabi atau malaikat atau orang-orang yang shalih dengan alasan ingin mendapatkan syafa’at mereka, justru tidak mendapatkan syafa’at, karena mereka telah membatalkan iman mereka dengan menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam beribadah.

Bersambung