Senin, 20 April 2026

Silsillah Ilmiyyah 7 : 11 - Kitab At-Taurah Bagian 4

Kitab At-Taurah Bagian 4 

Diantara yang menunjukkan At Taurat sudah mengalami perubahan bahwasanya Taurat yang sekarang yang dinamakan oleh orang Nashrani dengan perjanjian lama di dalamnya ada perkara-perkara yang bertentangan dengan Al-Quran. 

Diantaranya: 

1. Mensifati Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak baginya. Diantaranya mereka Mensifati Allah Subhanahu wa Ta’ala: 

X. Dengan rasa letih.
Di dalam Perjanjian Lama keluaran pasal 31 ayat 17, disebutkan di dalamnya sebab 6 hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi dan pada hari yang ke-7. Dia berhenti bekerja untuk beristirahat. Allah telah membantah ucapan mereka ini di dalam firmanNya, 

وَلَقَدْ خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَمَا مَسَّنَا مِنْ لُغُوبٍ 

“Dan sungguh Kami telah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dalam enam hari dan Kami tidak tertimpa rasa letih.” (QS. Qaf:38] 

XX. Dengan sifat penyesalan
Di dalam keluaran pasal ke-32 ayat-14 disebutkan, “Dan menyesallah Tuhan karena malapetaka yang dirancang-Nya atas umatNya.” 

Padahal sifat penyesalan hanya timbul dari Dzat yang tidak mengetahui akibat sesuatu dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang sudah berlalu maupun yg akan datang. Allah berfirman, 

… ۗ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ 

“Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Anfal:75) 

Allah berfirman, 

… ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ.. 

“Dia Mengetahui apa yang di depan mereka yaitu apa yang telah berlalu dan apa yang berada di belakang mereka yaitu apa yang akan datang.” (QS. Al-Baqarah:255) 

2. Diantara perkara-perkara yang bertentangan dengan Al-Quran yang ada di dalam Perjanjian Lama, mereka mensifati beberapa orang nabi dengan sifat yang tidak layak, diantaranya:

X. Bahwa Nabi Nuh alaihi wa sallam pernah mabuk dan telanjang, di dalam Perjanjian Lama kejadian pasal ke-9 ayat 20-21 disebutkan, “Nuh menjadi petani dialah yang mula-mula membuat kebun anggur setelah ia minum anggur mabuklah ia dan ia telanjang dalam kemahnya.” 

XX. Mereka juga menyebutkan bahwa Nabi Luth alaihi salam berzina dengan dua orang anak wanitanya sampai keduanya hamil dan melahirkan, sebagaimana disebutkan kisah nya di dalam kejadian pasal ke-19 ayat 30-38, padahal para nabi dan rasul adalah ma’sum terjaga dari dosa-dosa besar mereka adalah manusia pilihan Allah yang kita diperintahkan untuk meneladani mereka. 

Allah berfirman, 

اللَّهُ يَصْطَفِي مِنَ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا وَمِنَ النَّاسِ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ 

“Allah memilih utusan-utusan dari kalangan Malaikat dan dari kalangan manusia, sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat.” (QS. Al-Hajj:75) 

Allah berfirman, 

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۖ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ ۗ قُلْ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْعَالَمِينَ 

”Mereka yaitu para nabi adalah orang-orang yang telah Allah berikan petunjuk maka dengan petunjuk mereka hendaklah engkau meneladani.” (QS. Al-An’am:90) 

Bersambung