Kamis, 09 April 2026

Silsillah Ilmiyyah 7 : 4 - Beriman Bahwasanya Kitab-kitab Ini Benar-benar Turun Dari Allah Subhanahu wa Ta’ala

Beriman Bahwasanya Kitab-kitab Ini Benar-benar Turun Dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. 

Diantara cara beriman dengan kitab-kitab Allah adalah:
1. Beriman bahwa kitab-kitab tersebut benar-benar;
• Turun dari Allah.
• Merupakan kalamullah dari Allah bermulai.
2. Beriman bahwasanya Allah telah;
• Berbicara secara hakikat dengan huruf dan maknanya.
• Berbicara sesuai dengan yang Dia kehendaki (dengan cara yang Allah kehendaki) yang sesuai dengan keagungan Allah ‘Azza wa Jalla. 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, 

نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنجِيلَ 

“Dia telah menurunkan atasmu, Al-Kitab (Al-Quran) dengan haq, membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan Dialah yang telah menurunkan Taurat dan Injil.” (QS. Ali ‘Imran:3) 

Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman 

قُلْ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنزِلَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَالنَّبِيُّونَ مِن رَّبِّهِمْ 

“Katakanlah, "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada Kami dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub dan juga asbath dan apa yang diberikan kepada Musa, ‘Isa dan para Nabi dari Rabb mereka.” (QS. Ali ‘Imran:84) 

Tidak boleh seseorang mengatakan bahwa:
- Taurat yang asli adalah ucapan Musa
- Injil yang asli adalah ucapan ‘Isa
- Al-Quran adalah ucapan Muhammad
Orang yang mengatakan bahwa kitab-kitab tersebut adalah ucapan manusia maka dia telah kufur dengan ayat-ayat Allah. 

Allah berfirman, 

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآَيَاتِ الله لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَالله عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ 

“Sesungguhnya orang-orang yang kufur dengan ayat-ayat Allah, mereka akan mendapatkan adzab yang pedih. Dan Allah adalah Zat Yang Perkasa dan memiliki siksaan.” (QS. Ali ‘Imran:4) 

Allah menceritakan tentang ucapan sebagian orang kafir yang mengatakan, 

إِنْ هَٰذَا إِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِ 

“Tidaklah Al-Quran ini kecuali ucapan manusia.” (QS. Al-Muddatstsir:25) 

Para rasul dan malaikat hanyalah sebagai perantara dalam menyampaikan kalamullah. 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, 

وَإِنَّهُ لَتَنزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ (١٩٢) نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ (١٩٣) عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنذِرِينَ (١٩٤) بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُّبِينٍ (١٩٥) 

“Sesungguhnya dia (Al-Quran) diturunkan dari Rabbul ‘Alamin, turun dengannya Ar-Ruhul Amin (Jibril) atas hatimu (Nabi Muhammad) supaya engkau menjadi pemberi peringatan. Turun kitab tersebut dengan bahasa ‘Arab yang jelas.” (QS. Asy-Syuara:192-195) 

Adapun firman Allah, 

إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ 

Yang Allah sebutkan di dalam QS. Al-Haqqah:40 dan QS. Takwir:19, yang artinya,
“Sesungguhnya dia (Al-Quran) dalam ucapan Rasul yang mulia.” 

Maka maksudnya adalah penyandaran ucapan kepada yang mengucapkan.
- Di dalam QS. Al-Haqqah, yang dimaksud “utusan” adalah Muhammad shallallahu ‘alayhi wa sallam.
- Di dalam QS. At-Takwir yang dimaksud “utusan” adalah malaikat Jibril ‘alayhissalam. 

Bersambung