Senin, 27 April 2026

Silsillah Ilmiyyah 7 : 16 - Kitab Al-Quran (Bagian 2)

Kitab Al-Quran (Bagian 2). 

Diantara keistimewaan Al-Quran: 

4. Keempat bahwa Al-Quran diturunkan secara berangsur-angsur. Al-Quran Allah turunkan dari Lauhul Mahfuzh ke langit dunia di bulan Ramadhan, pada malam Laylatul Qadr. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, 

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ 

“Bulan Ramadhan yang diturunkan di dalamnya Al-Quran.” (QS. Al-Baqarah:185) 

Dan Allah berfirman, 

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ 

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Quran di malam Laylatul Qadr.” (QS. Al-Qadr:1) 

Kemudian, turun Al-Quran secara berangsur-angsur sesuai dengan kejadian dan peristiwa selama 23 tahun. Yakni; 

✓Ada di antaranya yang turun sebelum hijrahnya Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam ke kota Madinah yang dinamakan surat-surat Makiyyah.
✓Dan ada diantaranya yang turun setelah hijrah Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam ke kota Madinah yang dinamakan dengan surat-surat Madaniyyah. 

Dan diantara hikmah turunnya Al-Quran secara berangsur-angsur adalah agar lebih mudah dihafal, dimengerti dan diamalkan. Allah berfirman, 

وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنزِيلًا 

“Dan Al-Quran telah Kami pisah-pisahkan (yaitu diturunkan secara berangsur-angsur) supaya engkau wahai Muhammad membacakannya atas manusia pada beberapa waktu dan sungguh Kami telah benar-benar menurunkannya secara bertahap.” (QS. Al-Isra: 106) 

Dan Allah berfirman, 

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآَنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً كَذَلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلًا 

“Dan berkata orang-orang kafir seandainya diturunkan kepadanya Al-Quran dengan sekali turun, demikianlah supaya Kami tetapkan hatimu dengannya dan Kami telah menjelaskan Al-Quran dengan perlahan.” (QS. Al-Furqan:32) 

5. Kelima bahwa Al-Quran adalah muhaymin bagi kitab-kitab sebelumnya. Allah berfirman, 

وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ 

“Dan Kami telah menurunkan kepadamu Al-Kitab dengan haq yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan muhaymin kitab-kitab sebelumnya.” (QS. Al-Maidah:48) 

Yang dimaksud dengan muhaymin adalah:
• Yang menjadi saksi
• Yang menghukumi
• Yang mengemban amanat
Maksudnya: apa yang sesuai dengannya berarti benar dan menyelisihinya berarti salah. 

6. Keenam bahwa bahwasanya Al-Quran diturunkan agar menjadi petunjuk bagi seluruh manusia dan jin dan bukan untuk bangsa tertentu saja. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, 

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيراً 

“Sungguh berbarakah Zat yang telah menurunkan Al-Furqan (yaitu Al-Quran) kepada hambanya supaya memberi peringatan kepada seluruh alam.” (QS. Al-Furqan:1) 

Seandainya seorang nabi yang diutus kepada kaum tertentu hidup di zaman nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wa sallam niscaya dia diharuskan mengikuti Al-Quran dan mengikuti syari’at nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wa sallam. Beliau shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, 

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ مُوسَى كَانَ حَيًّا مَا وَسِعَهُ إِلَّا أَنْ يَتْبَعَنِي‏ 

“Demi Zat yang jiwaku berada di tanganNya, seandainya Musa hidup niscaya tidak ada pilihan baginya kecuali mengikuti aku.” (Hasan HR. Imam Ahmad) 

Bersambung