Berziarah Ke Makam Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam, Abu Bakar Dan Umar Semoga Alloh Meridhoi Keduanya (Bagian 2)
Diantara hal yang perlu diperhatikan oleh seseorang yang berziarah ke makam Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, Abu Bakar dan Umar Radhiyallahu ’anhuma
1. TIDAK TERLALU SERING BERZIARAH
Di dalam sebuah hadist Rasulullah shallallahu ’alayhi wa sallam bersabda,
وَلَا تَجْعَلُوا قَبْرِي عِيدًا ، وَصَلُّوا عَلَيَّ ، فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ تَبْلُغُنِي حَيْثُ كُنْتُمْ
“Dan janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai id, dan hendaklah kalian bershalawat kepadaku karena sesungguhnya shalawat kalian sampai kepadaku di manapun kalian berada.” (Shahih HR. Abu Daud)
Yang dimaksud dengan id adalah sesuatu yang sering diulang baik berupa tempat maupun berupa waktu.
Dan diantara makna ucapan beliau Rasulullah shallallahu ’alayhi wa sallam, "Dan janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai id adalah janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai tempat yang sering diulang-ulang diziarahi, cukuplah seorang muslim melakukan seperti yang dilakukan oleh Abdullah Ibnu Umar Radhiyallahu ’anhuma, di mana beliau Radhiyallahu ’anhuma berziarah ke makam Rasulullah shallallahu ’alayhi wa sallam, Abu Bakar dan bapak beliau ketika datang dari safar Sebagaimana telah berlalu."
Dan apabila seseorang ingin mengucapkan shalawat untuk Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam maka yang demikian bisa dilakukan di mana saja dan shalawat tersebut akan sampai kepada Beliau Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sebagaimana di dalam hadist di atas.
Dan di dalam hadist yang shahih di riwayatkan oleh An Nasai di dalam sunannya beliau Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah memiliki malaikat-malaikat yang senantiasa berjalan di permukaan bumi menyampaikan dari umatku salam untukku.”
Dengan demikian tidak perlu seseorang ketika melihat saudaranya akan berziarah ke kota Madinah menitipkan salamnya untuk Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tetapi cukup dia mengucapkan salam di mana dia berada maka salam tersebut akan dibawa oleh malaikat-malaikat yang telah ditugaskan oleh Allah azza wa jalla.
2. LARANGAN BERDOA DAN MEMINTA KEPADA RASULULLAH YANG DEMIKIAN KARENA DOA ADALAH IBADAH.
Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, “Doa itu adalah Ibadah.” (Shahih HR. Abu Daud, At Tarmizi, An nasai dan juga Ibnu Majah)
Apabila dia adalah ibadah maka tidak boleh diserahkan kepada selain Allah azza wa jalla dan barang siapa yang menyerahkan doa kepada selain Allah maka sungguh dia telah berbuat sirik kepada Allah azza wa jalla.
Bersambung